Gelombang hingga 2,5 Meter Mengancam Perairan Sultra, Ini Wilayah yang Perlu Diwaspadai

7 hours ago 2

Sabtu, 19 September 2026 - 16:36 WIB

VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan nelayan dan pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi laut di sejumlah wilayah perairan Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, tinggi gelombang di beberapa perairan Sultra berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter pada periode 19-22 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari, I Made Wahyu Gana Putra, mengatakan kondisi angin di wilayah tersebut secara umum bergerak dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 2-15 knot.

Namun, kecepatan angin di sejumlah perairan diperkirakan dapat meningkat hingga 20 knot atau setara dengan 5 Skala Beaufort.

"Kecepatan angin tertinggi diperkirakan mencapai 20 knot atau setara 5 Skala Beaufort yang berpotensi terjadi di Perairan Teluk Bone, Perairan Baubau, Laut Flores Selatan Buton, Perairan Wakatobi, serta Laut Banda Timur Wakatobi," kata Made Wahyu saat dihubungi di Kendari, Sabtu (19/9/2026).

Gelombang 2,5 Meter Berpotensi Terjadi

Selain angin kencang, BMKG juga memantau peluang peningkatan tinggi gelombang di sejumlah kawasan.

Gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter diprakirakan berpeluang terjadi di wilayah Teluk Bone Barat Kabaena dan Perairan Baubau.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena gelombang tinggi dan angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kapal dengan ukuran dan karakteristik tertentu.

BMKG menyebut perahu nelayan mulai berada dalam kondisi berisiko ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter.

Sementara itu, kapal tongkang dinilai berisiko apabila menghadapi angin dengan kecepatan 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.

"Pengoperasian perahu nelayan sangat berisiko apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Sedangkan kapal tongkang berisiko jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter," ujar Made Wahyu.

Nelayan Diminta Cek Informasi Cuaca Sebelum Melaut

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan adanya potensi tersebut, BMKG meminta masyarakat pesisir dan nelayan tidak mengabaikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di laut.

Pengelola transportasi laut juga diimbau memperhitungkan kondisi angin dan gelombang sebelum melakukan pelayaran. Informasi cuaca maritim sebaiknya diperbarui secara berkala untuk mengantisipasi perubahan kondisi di lapangan.

Halaman Selanjutnya

"Untuk masyarakat juga bisa melihat langsung informasi tersebut di laman resmi atau kanal yang telah terverifikasi," tambah Made Wahyu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |