Jakarta, VIVA – Platform Media sosial TikTok meyakini bahwa Kercerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI), dapat mengubah cara orang mengekspresikan kreativitas, menemukan minat baru, dan merasa aman, jika digunakan secara transparan dan bertanggung jawab.
Karenanya, AI Lead, Global Public Policy TikTok, Tom Varghese memastikan, pihaknya akan terus memperkuat berbagai alat, kemitraan, dan perlindungan yang membantu komunitas TikTok, untuk mengenali, membentuk, dan memahami pengalaman mereka terhadap konten yang dibuat oleh AI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia mengaku, hingga saat ini TikTok telah mengalokasikan lebih dari US$4 juta, dan akan terus berinvestasi dalam program ini untuk memperluas jangkauan serta dampaknya.
“Kami percaya bahwa setiap orang perlu memahami konteks, merasa percaya diri, dan memiliki kendali atas pengalaman mereka dengan AI di TikTok," kata Tom dalam keterangannya, Selasa, 14 Juli 2026.
Dia menambahkan, pihaknya juga terus berinvestasi dalam teknologi, kemitraan, dan materi edukasi, yang membantu masyarakat mengenali konten buatan AI.
"Agar pengguna memahami bagaimana konten tersebut dibuat, serta menggunakan berbagai alat ini secara kreatif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Tom menambahkan, hari ini TikTok telah memperkenalkan cara-cara baru untuk membantu komunitas TikTok mengenali dan memahami pengalaman mereka terhadap konten yang dibuat oleh AI.
Antara lain dengan memperluas upaya literasi AI dengan materi edukasi baru, dan investasi berkelanjutan untuk kemitraan dengan para ahli tepercaya. Kemudian, menguji peningkatan sistem deteksi untuk menargetkan akun-akun yang mengunggah konten spam berbasis AI, yang membuat karya autentik dari kreator tersisihkan.
"Serta memperkuat teknologi dan kemitraan transparansi AI, dengan bergabung sebagai Dewan Pembina di Coalition for Content Provenance and Authenticity (C2PA)," kata Tom
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagaimana yang ditegaskan oleh para pakar, edukasi berperan penting dalam membantu masyarakat mengontrol pengalaman mereka dengan AI. Oleh karena itu, Tom memastikan bahwa pihaknya akan terus bekerja sama dengan mitra industri seperti NAMLE dan Henry Ajder, untuk menyusun panduan baru yang membantu komunitas TikTok menggunakan alat AI secara bertanggung jawab.
"Kami juga meluncurkan hub baru di dalam aplikasi, di mana pengguna dapat mempelajari keterampilan praktis untuk mengenali konten buatan AI saat mereka mencari istilah terkait AI," kata Tom.
Halaman Selanjutnya
"Kami juga terus berinvestasi untuk menghubungkan para ahli tepercaya dengan komunitas TikTok, termasuk membantu organisasi seperti NoFiltr dan Raspberry Pi Foundation mendorong literasi AI melalui konten TikTok," ujarnya.

17 hours ago
2











