Gen Z dan Milenial Simpan Data Super Rahasia di Digital, tapi Tak Sepenuhnya Aman

2 weeks ago 8

Senin, 6 April 2026 - 12:56 WIB

Jakarta, VIVA - Penelitian Kaspersky menunjukkan bahwa gen Z dan milenial menyimpan hampir semua hal secara elektronik, sementara hampir satu dari tiga responden di atas 55 tahun masih lebih menyukai cara kuno dengan menuliskannya di kertas/catatan.

Riset yang dilakukan oleh pusat Riset Pasar Kaspersky menunjukkan bahwa sebagian besar orang lebih memilih menyimpan informasi penting secara digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mayoritas responden (84 persen) menyatakan bahwa mereka menyimpan data pribadi sensitif seperti KTP, detail keuangan, informasi terkait kesehatan, atau arsip foto dalam format elektronik.

Di antara orang-orang berusia 18-34 tahun, angka ini meningkat menjadi 90 persen, yang menunjukkan tingkat digitalisasi data pribadi yang tinggi di kalangan anak muda.

Hanya 16 persen responden umum yang menunjukkan kepercayaan pada salinan fisik semata, dan angka ini tertinggi di antara generasi yang lebih tua (55+) dengan hampir 30 persen dari kelompok usia ini memilih cara tradisional untuk menyimpan data.

Dalam hal penyimpanan data digital, lebih dari setengahnya (56 persen) mengatakan mereka menyimpan catatan penting mereka di komputer atau perangkat keras (hard drive), 45 persen menggunakan solusi cloud, dan 20 persen mempercayakan data mereka kepada layanan digital pemerintah.

Untuk Indonesia lebih dari setengah (61 persen) menyimpan data penting mereka pada komputer atau perangkat keras, 61 persen menggunakan solusi cloud dan 14 persen mempercayakan data mereka kepada layanan digital pemerintah.

Apakah digital berarti lebih aman?

Setiap metode penyimpanan memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Media fisik dapat hilang atau rusak, perangkat keras eksternal tidak selalu nyaman digunakan saat bepergian, dan layanan cloud, meskipun mudah diakses, rentan terhadap akses tidak sah.

Untuk memaksimalkan keamanan data digital, para ahli Kaspersky menyarankan untuk mengikuti rekomendasi praktik terbaik berikut:

1. Kembangkan strategi pencadangan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak ada pendekatan universal untuk penyimpanan data, dan tidak perlu mencadangkan setiap file. Namun demikian, membiasakan rutinitas pencadangan secara teratur sangat disarankan, terutama untuk data sensitif atau file yang tidak dapat dibuat ulang atau dipulihkan melalui cara lain.

Menurut strategi pencadangan 3-2-1 yang populer, Anda harus memiliki setidaknya tiga salinan data penting, menyimpannya pada dua jenis penyimpanan yang berbeda, dan membuat setidaknya satu salinan di luar lokasi (cloud atau lokasi fisik eksternal).

Halaman Selanjutnya

Data yang paling sensitif seperti kata sandi, ID, atau detail keuangan memerlukan perhatian khusus.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |