Jakarta, VIVA – Tren modest fashion terus berkembang dan kini semakin akrab dengan gaya hidup anak muda. Tidak lagi identik dengan tampilan formal atau segmented, modest wear justru tampil lebih kasual, fleksibel, dan dekat dengan keseharian Gen Z.
Fenomena itu terlihat dari kembali ramainya bazaar fashion offline yang mulai menjamur di sejumlah pusat perbelanjaan. Salah satunya hadir di kawasan Jakarta Timur lewat gelaran Rendezvous Modest Market di AEON Mall Jakarta Garden City pada 26–31 Mei 2026. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Acara ini menghadirkan puluhan brand lokal modest fashion dengan ragam gaya yang lebih berani bermain warna, layering, hingga potongan santai yang tetap nyaman digunakan sehari-hari. Kehadiran bazaar ini sekaligus menjadi ruang temu antara pelaku UMKM fashion dengan konsumen yang kini semakin selektif saat berbelanja.
Menurut Eras Pragitha selaku Head Creative Rendezvous Modest Market, tantangan industri fashion saat ini bukan hanya soal tren, tetapi juga bagaimana membangun kembali kepercayaan pasar di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Tantangan dari sisi kami sebagai EO adalah membangun kepercayaan pasar. Sementara dari sisi tenant, tantangannya adalah apakah konsumen masih mau membelanjakan uang mereka atau justru menahannya (hold). Dari sisi konsumen pun kini jauh lebih selektif,” ujar Eras Pragitha, dalam keterangannya, dikutip Rabu 27 Mei 2026.
![]()
Meski begitu, ia menilai industri kreatif dan UMKM lokal tetap memiliki peran penting dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat.
“Kita tahu dari sejarah, yang menyokong Indonesia ketika terjadi krisis justru bisnis-bisnis kecil (UMKM). Kita selalu diselamatkan oleh pasar terdekat dan rakyat yang tetap mau saling mendukung dengan berbelanja. Melalui Rendezvous, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kita bisa melewati kondisi sulit ini dengan bergandengan tangan dan bergotong royong,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tak hanya menjadi tempat berburu pakaian, bazaar fashion kini juga berkembang menjadi ruang komunitas. Banyak pengunjung datang bersama keluarga, teman, hingga para pelaku jasa titip atau jastiper yang berburu produk dengan harga khusus.
Menariknya, tren jastip fashion lokal juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran bazaar offline dianggap memberi pengalaman berbeda dibanding belanja online karena konsumen bisa melihat langsung kualitas bahan, mencoba ukuran, sekaligus menemukan koleksi terbatas dari brand favorit mereka.
Halaman Selanjutnya
Selain menghadirkan lebih dari 47 brand lokal, acara ini juga menawarkan berbagai promo potongan harga untuk sejumlah koleksi modest fashion dan daily wear. Beberapa tenant menghadirkan diskon besar hingga program bundling khusus selama acara berlangsung.

4 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)