Rabu, 27 Mei 2026 - 22:05 WIB
VIVA –Hari ini, Hamas mengonfirmasi bahwa pemimpin baru sayap militernya, Mohammed Odeh, tewas dalam serangan udara Israel di Kota Gaza. Kematian Odeh terjadi kurang dari dua pekan setelah pemimpin sebelumnya juga dilaporkan tewas.
Dalam pernyataannya yang dirilis hari ini, Hamas mengatakan Mohammed Odeh meninggal dunia pada Selasa bersama istrinya dan dua anaknya akibat serangan udara tersebut. Pernyataan itu muncul setelah Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa militer Israel telah menargetkan dan membunuh Odeh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman AP News, Rabu 27 Mei 2026, rumah sakit setempat menyebut sedikitnya lima orang, termasuk Odeh dan anggota keluarganya, tewas dalam serangan di sebuah pasar di Kota Gaza pada Selasa. Sebanyak 12 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Serangan itu terjadi sehari menjelang Hari Raya Idul Adha.
Ribuan warga terlihat berkumpul pada Rabu untuk menghadiri pemakaman bersama keluarga Odeh di Kota Gaza. Para pelayat menutupi empat jenazah dengan bendera hijau Hamas lalu berjalan dari sebuah masjid menuju pusat kota sambil meneriakkan yel-yel dan melepaskan tembakan ke udara. Sebagian dari mereka membawa poster bergambar Odeh dengan tulisan “salah satu kepala staf Brigade Qassam”, merujuk pada sayap militer Hamas.
Hamas mengecam serangan tersebut dan menyebut Odeh telah aktif bersama kelompok itu selama lebih dari tiga dekade. Ia juga disebut sebagai bagian dari generasi pertama yang membantu membentuk gerakan serta sayap bersenjata Hamas.
Katz menyebut Odeh sebagai salah satu ‘arsitek’ serangan 7 Oktober 2023 yang memicu perang lebih dari dua tahun di Gaza. Ia mengatakan, Odeh merupakan pemimpin keempat sayap militer Hamas yang dibunuh Israel sejak serangan tersebut terjadi. Sebelumnya, pemimpin sayap militer Hamas, Izz al-Din al-Haddad, tewas pada 16 Mei lalu.
Katz menegaskan Israel akan terus memburu para pemimpin Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami berjanji Hamas tidak akan memegang kendali sipil maupun militer,” tulisnya di platform X.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang tengah bersiap menghadapi pemilu pada musim gugur mendatang, juga mengancam akan menargetkan siapa pun yang terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023.
Merinding! Cerita Chiki Fawzi Soal Kondisi Aktivis Indonesia Saat Ditahan Israel
Kepulangan artis sekaligus aktivis kemanusiaan Chiki Fawzi ke Indonesia disambut haru oleh keluarga setelah berbulan-bulan menjalani misi kemanusiaan di wilayah Gaza.
VIVA.co.id
27 Mei 2026

3 hours ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)