VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi perhatian. Dari puluhan perkara yang telah ditangani aparat, sebagian besar kebakaran diduga bukan terjadi secara alami, melainkan akibat ulah manusia.
Gubernur Jambi Al Haris mengungkapkan, kepolisian telah menindaklanjuti 75 perkara karhutla. Berdasarkan laporan penegakan hukum dan pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen lahan yang terbakar diduga sengaja dibakar oleh oknum.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Berdasarkan laporan Gakkum, sebanyak 80 persen lahan yang terbakar itu sengaja dibakar oleh oknum, sedangkan 20 persen sisanya akibat faktor pemicu lain seperti cuaca panas ekstrem," kata Al Haris di Jambi, Senin 14 September 2026.
Dari 75 perkara tersebut, sebanyak 50 kasus masih berada dalam tahap penyelidikan. Sementara 15 kasus telah masuk tahap penyidikan dan aparat telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka.
Penanganan hukum itu dilakukan di tengah masih luasnya area yang terdampak karhutla di Jambi. Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Karhutla, sepanjang periode 1 Januari hingga 13 September, luas lahan yang terbakar telah mencapai 2.975,97 hektare.
Situasi di lapangan juga masih menjadi perhatian karena sejumlah titik panas terdeteksi di beberapa wilayah. Pemantauan terbaru mencatat terdapat 134 hotspot dan empat fire spot utama yang menjadi sasaran pemadaman.
Keempat titik api tersebut berada di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh; Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam; Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang; serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) di sisi Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Untuk mengendalikan api, Satgas Karhutla mengerahkan personel melalui operasi pemadaman dari darat dan udara. Sebanyak empat unit helikopter water bombing digunakan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit dipadamkan menggunakan metode darat.
Selain operasi pemadaman, pemerintah juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya membantu meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama pelaksanaan OMC, satgas udara telah melakukan 41 sortie penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan. Penyemaian terakhir dilakukan pada 10 September dan akan kembali dilanjutkan dengan mempertimbangkan potensi awan hujan berdasarkan pemantauan BMKG.
Di sisi lain, penanganan karhutla juga diperkuat dengan pendirian posko di sejumlah wilayah. Sebanyak 81 posko penanggulangan karhutla telah dioperasikan dengan melibatkan 7.302 personel gabungan.
Halaman Selanjutnya
Personel tersebut berasal dari TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

1 week ago
15





















