Gunung Toba Pernah Meletus Dahsyat, Disebut Hampir Memusnahkan Manusia Purba

9 hours ago 1

Minggu, 13 September 2026 - 00:05 WIB

VIVA –Tahukah kamu, Gunung Toba pernah mengalami letusan eksplosif terbesar dalam sejarah manusia? Letusan dahsyat tersebut terjadi sekitar 74.000 tahun lalu dan hingga kini dampaknya masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Sementara itu, para ahli vulkanologi terus mempelajari berbagai tanda dan aktivitas Gunung Toba untuk mengetahui potensi aktivitasnya di masa mendatang.
 
Melansir laman geographical.co.uk, Minggu 13 Septemmber 2026, Gunung Toba merupakan salah satu dari sekitar 20 supervulkan yang ada di bumi saat ini. Supervulkan adalah gunung api yang pada suatu titik dalam sejarahnya pernah memuntahkan lebih dari 1.000 kilometer kubik magma dalam satu letusan, yang dikenal sebagai supereruption. Letusan dengan skala tersebut juga dikategorikan sebagai letusan berkekuatan 8 dalam Volcanic Explosivity Index (VEI).

Jika berkunjung ke kawasan Toba di Sumatra Utara saat ini, sebagian besar wilayah yang terlihat adalah perairan. Kaldera Toba, yaitu cekungan besar menyerupai kuali yang terbentuk setelah ruang magma di bawah gunung api kosong akibat letusan, kini menjadi rumah bagi danau vulkanik terbesar di dunia. Danau ini memiliki panjang sekitar 100 kilometer, lebar 30 kilometer, dan kedalaman mencapai 505 meter. Kawasan tersebut juga telah diakui UNESCO sebagai Geopark.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kaldera Toba yang sangat luas terbentuk sekitar 74.000 tahun lalu ketika supervulkan yang berada di bawahnya mengalami letusan dahsyat. Letusan ini menjadi yang terbesar dalam 28 juta tahun terakhir. Skalanya begitu besar hingga membentuk kawah yang dapat terlihat dari luar angkasa. Diperkirakan sekitar 2.800 kilometer kubik abu vulkanik dan lava terlontar ke atmosfer. Jumlah tersebut sekitar 12 persen lebih banyak dibandingkan material yang dikeluarkan dalam letusan terakhir Yellowstone sekitar 2,2 juta tahun lalu.

Sebagian wilayah Indonesia, India, dan Samudra Hindia tertutup material vulkanik setebal hingga 15 sentimeter. Letusan tersebut kemungkinan juga menyebabkan gangguan iklim yang cukup parah di berbagai wilayah dunia. Sebelumnya, Toba juga pernah mengalami letusan dengan skala serupa sekitar 840.000 tahun lalu.

Dampak Letusan Gunung Toba yang Masih Jadi Perdebatan

Dampak letusan supervulkan Toba terhadap populasi manusia purba masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini. Salah satu teori yang pernah sangat terkenal adalah Toba Catastrophe Theory atau Teori Bencana Toba. Namun, teori tersebut kini sebagian besar telah terbantahkan. Teori ini menyebutkan bahwa letusan Toba memicu musim dingin vulkanik yang sangat parah hingga hampir memusnahkan manusia purba.

Halaman Selanjutnya

Musim dingin vulkanik terjadi ketika abu dan gas vulkanik yang dilepaskan ke atmosfer menghalangi sebagian sinar matahari. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan penurunan suhu global.  Teori Bencana Toba mengaitkan letusan tersebut dengan bukti genetik yang menunjukkan adanya penurunan tajam jumlah manusia pada periode yang sama. Fenomena ini dikenal sebagai genetic bottleneck, yang diduga membuat populasi manusia yang tersisa hanya sekitar 3.000 hingga 10.000 orang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |