Gus Yahya Tegaskan Istana Tak Ikut Campur Tangan Urusan Muktamar NU

4 hours ago 5

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:25 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan tak ada campur tangan dari Istana Negara termasuk Presiden RI Prabowo Subianto dalam pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). 

Ia menegaskan tidak ada kepentingan pemerintah untuk mencampuri dinamika internal organisasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gus Yahya menjelaskan, NU telah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola dinamika organisasinya secara mandiri. Bahkan, usia NU lebih tua dibandingkan Republik Indonesia.

“Nahdlatul Ulama ini umurnya lebih tua dari Indonesia. Nahdlatul Ulama itu lahir 1926, Indonesia proklamasi baru 1945,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.

Ia mengatakan, sebagai organisasi yang telah berdiri hampir satu abad, NU memiliki kematangan dalam menyelesaikan berbagai dinamika internal secara independen.

Gus Yahya mengakui selalu ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan terhadap organisasi sebesar NU. Namun, menurut dia, upaya-upaya tersebut tidak pernah menghilangkan kemandirian organisasi.

“Bahwa ada pihak-pihak yang ingin campur tangan, ingin ini, ingin itu ya ini biasa. Namanya di dalam masyarakat itu ada pihak-pihak yang punya kepentingan masing-masing dan mungkin selama ini juga sudah dicoba,” tutur dia.

“Tetapi kita bisa lihat bukti bahwa NU senantiasa tetap di dalam kemandiriannya, tetap di dalam kedewasaannya untuk menyelesaikan dan memproses dinamika organisasi ini secara dewasa dan independen,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menilai tidak ada alasan bagi Presiden maupun Istana untuk melakukan intervensi terhadap Muktamar NU.

Dia bahkan menegaskan, apabila ada pihak yang mengaku mendapat restu atau perintah dari Presiden terkait kontestasi di Muktamar, maka klaim tersebut tidak benar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dan saya tidak melihat juga kepentingan Presiden atau Istana misalnya untuk mempengaruhi, cawe-cawe terkait dengan NU ini buat apa? Nggak ada gunanya bagi pemerintah, nggak ada gunanya bagi Presiden sendiri,” ungkapnya.

“Dan kalau ada yang mengklaim bahwa dia misalnya direstui bahkan diperintah oleh Presiden, pasti bohong,” pungkas dia.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (kanan)

Respons Prabowo Dengar Wacana Biaya Haji 2027 Naik Jadi Rp107 Juta

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkap telah melaporkan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait biaya haji 2027 yang berpotensi mengalami kenaikan.

img_title

VIVA.co.id

15 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |