Hadapi Risiko Kemarau dan El Nino, Indef Dorong Pemerintah Perkuat Cadangan Pangan

2 days ago 3

Senin, 13 Juli 2026 - 11:38 WIB

Jakarta, VIVA – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M. Rizal Taufikurahman mengatakan, pemerintah harus memperkuat cadangan pangan secara keseluruhan, untuk menghadapi musim kemarau yang dibarengi El-Nino.

"Dari sisi cadangan, pemerintah tidak boleh hanya merasa aman karena stok beras relatif kuat," kata Rizal, Senin, 13 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, pemerintah perlu memitigasi musim kemarau yang dibarengi dengan El-Nino lebih dini, baik dari sektor produksi, distribusi, maupun cadangan pangan.

Gudang Beras

Photo :

  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Untuk sektor produksi, pemerintah juga perlu memetakan sentra produksi yang paling rentan akan kekeringan, dengan mempercepat perbaikan irigasi, menyediakan pompanisasi, pemanfaatan embung, dan penyesuaian kalender tanam.

Rizal menekankan, produksi menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, agar cadangan pangan di Indonesia semakin kuat.

"Pendekatannya tidak boleh reaktif setelah produksi turun dan harga melonjak, tetapi berbasis sistem peringatan dini yang terintegrasi antara BMKG, Bapanas, BPS, Bulog, dan pemerintah daerah," ujarnya.

Rizal menambahkan, selain sisi produksi, cadangan pangan pun perlu diperhatikan, agar jangan sampai merasa aman ketika stok beras melimpah. Namun, hal itu juga harus dibarengi dengan stok pangan yang lainnya.

Komoditas strategis lain seperti jagung, gula, kedelai, bawang, telur, daging ayam, dan daging sapi, menurutnya juga harus memiliki batas minimum stok operasional yang jelas termasuk sebaran per wilayahnya.

"Penyerapan saat panen raya, penguatan gudang dan cold storage, serta distribusi antardaerah harus dipercepat," kata Rizal.

Dia juga mengatakan, impor hanya digunakan sebagai instrumen terakhir, yang harus dilakukan secara terukur dan berbatas waktu agar tidak merusak harga petani.

"Kunci ketahanan pangan bukan sekadar stok nasional yang besar, tetapi kemampuan memastikan pasokan tersedia, terjangkau, dan sampai tepat waktu ke daerah yang mengalami defisit," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman memastikan, cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau.

"Kami memang sudah siapkan (ketersediaan pangan) jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu, pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.

Halaman Selanjutnya

Dalam laporan Bapanas, stok cadangan pangan Pemerintah dalam bentuk beras di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli. Sementara itu, cadangan pangan pemerintah daerah tingkat provinsi tercatat total 7,34 ribu ton sampai akhir Juni lalu dan di tingkat kabupaten/kota total ada 13,15 ribu ton yang tersebar di 323 daerah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |