Hamas Dukung Aksi Iran Melawan Israel hingga Singgung Soal Genosida Israel

2 weeks ago 9

Senin, 6 April 2026 - 15:40 WIB

VIVA –Juru bicara militer Hamas, Abu Ubaidah, menyampaikan pernyataan mendukung serangan Iran terhadap Israel. Dalam pernyataannya, Abu Ubaidah juga menuding para mediator gencatan senjata menekan perlawanan Palestina sambil menutup mata terhadap pelanggaran Israel.

Dalam sebuah pesan video yang dirilis pada Minggu 5 April , juru bicara Brigade Al-Qassam itu menggambarkan perang yang sedang berlangsung antara AS dan Israel terhadap Iran sebagai kelanjutan dari perang yang sama yang dilancarkan terhadap Gaza.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kejahatan keji yang dilakukan oleh agresi Zionis-Amerika terhadap saudara-saudara kami di Republik Islam mengingatkan dunia akan kejahatan genosida yang terjadi di Gaza,” kata Abu Ubaidah dikutip dari laman Middle East Eye, Senin 6 April 2026.

Dalam pernyataannya, Abu Ubaidah juga menyampaikan ungkapan bela sungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari lalu.

“Kami berduka atas semua syuhada yang mulia dari Republik dan para pemimpinnya yang agung, terutama Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam di Iran, syuhada besar Sayyid Ali Khamenei,” sambung Abu Ubaidah.

Di sisi lain, Abu Ubaidah juga memuji serangan IRGC di wilayah Israel, dan mengatakan bahwa Brigade Al-Qassam mengikuti perkembangan tersebut dengan kebanggaan dan kekaguman yang besar, dan menambahkan bahwa kampanye militer Iran ini adalah kelanjutan langsung dari operasi Al-Aqsa Flood pada 7 Oktober yang dilancarkan Hamas dari Gaza.

Ia juga menyinggung pesan solidaritas dari Iran untuk rakyat Palestina, yang disampaikan melalui juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, yang mendedikasikan sebagian operasi mereka untuk para pemimpin Palestina yang gugur, termasuk Sheikh Ahmed Yassin dan Yahya Sinwar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayap militer Hamas, Brigade Izz al-Din al-Qassam, memperkenalkan juru bicara barunya, Abu Ubaidah, pada Desember lalu, yang sekaligus memastikan wafatnya pendahulunya akibat serangan Israel di Kota Gaza pada Agustus tahun lalu.

Dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan di media Arab, juru bicara baru itu mengungkapkan bahwa pendahulunya, yang dikenal dengan nama Abu Ubaidah, sebenarnya adalah Huthaifa Samir al-Kahlout. Identitas juru bicara baru ini masih tidak diketahui, namun ia menggunakan nama perang yang sama.

Halaman Selanjutnya

Membiarkan Israel Melanggar Komitmen

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |