Jakarta, VIVA – Pemerintah mengerahkan hampir 100 ton bahan semai dalam Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menahan dan mengendalikan potensi hujan ekstrem di wilayah Jabodetabek hingga akhir Januari 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara, serta pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat melalui BPBD masing-masing daerah, telah melaksanakan OMC sejak 12 Januari 2026.
Hingga 26 Januari 2026, total 97,8 ton bahan semai telah digunakan dalam operasi tersebut. Jumlah itu terdiri atas 57,6 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 40,2 ton Kalsium Oksida (CaO) yang disebar untuk mengendalikan pembentukan awan hujan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan, Senin, 3 Juni 2024, melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk memindahkan awan dan mengendalikan hujan guna mengantisipasi banjir di wilayah Sumsel.
Penyemaian dilakukan melalui 112 kali sortie penerbangan menggunakan enam armada pesawat yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Operasi ini menjangkau wilayah udara Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Adapun enam armada yang dikerahkan dalam OMC tersebut yakni pesawat Cessna Caravan 208B dengan registrasi PK-JVH, PK-YNA, PK-SNG, dan PK-SNK, serta dua pesawat Casa 212 dengan nomor A-2105 dan A-2107.
OMC dilakukan dengan dua tujuan utama, yakni mempercepat turunnya hujan saat awan masih berada di atas lautan serta menghambat pertumbuhan awan hujan baru. Langkah ini diharapkan mampu menekan intensitas hujan di wilayah daratan yang diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga cuaca ekstrem.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi mitigasi pemerintah untuk mengurangi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya di kawasan padat penduduk seperti Jabodetabek.
Hujan Lebat di Jakarta Diprediksi hingga 1 Februari, Pramono Bakal Perpanjang Modifikasi Cuaca
Pramono buka peluang untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) karena prediksi hujan lebat dan cuaca ekstrem di Jakarta akan berlangsung hingga 1 Februari 2026,.
VIVA.co.id
28 Januari 2026

2 hours ago
2















