Harga Avtur Naik Hampir 70 Persen Imbas Eskalasi Perang Tak Kunjung Usai

2 weeks ago 8

Senin, 6 April 2026 - 16:49 WIB

Jakarta, VIVA – Harga avtur dalam negeri mengalami lonjakan tajam di awal bulan April 2026. Penyesuaian harga bahan bakar pesawat sehubung menipisnya pasokan energi imbas eskalasi konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda mereda. 

Sebelum pemerintah Indonesia menaikkan harga avtur, harga jet fuel di Amerika Serikat (AS) telah melonjak hingga 95 persen sejak sebelum perang di Timur Tengah. Berdasarkan data Argus U.S. Jet Fuel Index yang dipublikasikan Airlines for America melonjak dari US$2,50 per galon pada 27 Februari 2026 menjadi US$4,88 per galon per 2 April 2026. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah ini setara hampir US$205 atau sekitar Rp 3.490.740 (estimasi kurs Rp 17.030 per dolar AS) per barel, demikian dikutip dari The Hills pada Senin, 6 April 2026. Dampaknya, tarif tiket pesawat meningkat dan ribuan penerbangan terpaksa dibatalkan karena maskapai harus menanggung lonjakan biaya operasional yang menyebabkan tekanan berat di industri penerbangan.

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Pertamina pada Senin, 6 April 2026, harga avtur di berbagai bandara melonjak signifikan, bahkan mendekati 70 persen.

Pertamina Patra Niaga memastikan kesiapan pasokan Avtur

Di Bandara Soekarno-Hatta (CGK) yang sebelumnya menjadi lokasi dengan harga termurah, dari Rp13.656,51 menjadi Rp23.551,08 per liter. Di Bandara Kualanamu (KNO), harga avtur naik dari Rp14.925,33 per liter menjadi Rp24.819,9 per liter. 

Kemudian di Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), harga meningkat dari Rp14.880,81 menjadi Rp24.775,38 per liter. Lalu di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dan Ngurah Rai (DPS), harga melonjak dari Rp15.448,44 menjadi Rp25.343,01 per liter. Sementara itu, di Bandara Juanda Surabaya (SUB), harga avtur naik dari Rp15.236,97 menjadi Rp25.131,54 per liter.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun di wilayah Indonesia timur seperti di Bandara Olilit Airport (SXK), Nabire Airport (NBX), Kao Airport (KAZ), Bandara Pattimura (AMQ) dan Dumatubin Airport (LUV) meningkat dari Rp15.737,82 menjadi Rp25.632,39 per liter. Ini merupakan harga avtur paling mahal di Indonesia. 

Pakar logistik penerbangan sekaligus pemilik perusahaan jet pribadi Elevate Jet, Greg Raiff, memperkirakan harga masih akan terus naik dalam waktu dekat. Pasalnya, penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi minyak dunia masih terganggu sehubung konflik yang belum kunjung selesai. 

Halaman Selanjutnya

“Saya melihat harga akan terus naik secara bertahap. Bahkan jika Selat Hormuz dibuka besok, harga minyak dan avtur tidak akan langsung turun,” ungkap Raiff.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |