Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya: Uang Kita Cukup!

2 weeks ago 9

Senin, 6 April 2026 - 16:38 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir soal harga BBM subsidi, karena pemerintah memastikan untuk tidak menaikkan harganya hingga akhir tahun 2026 mendatang.

Dia menegaskan, kondisi fiskal serta kapasitas keuangan yang dimiliki pemerintah saat ini, masih memadai dan sanggup untuk menahan gejolak harga energi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, menurutnya pemerintah juga telah memperhitungkan beragam konsekwensi yang mungkin timbul, dari kebijakan untuk menahan harga BBM supaya tidak mengalami lonjakan tersebut.

"Uang kita cukup. Jadi setiap kebijakan yang diberikan tadi, tentu ada konsekuensi biayanya ke kami dan kami sudah hitung, cukup," kata Purbaya dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 6 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

"Jadi saya ingin kembali menegaskan bahwa masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih," ujarnya.

Mengenai harga minyak dunia yang menembus US$100 per barel, Purbaya mengaku bahwa pemerintah telah membuat simulasi dan skenario terkait hal tersebut. Dia menegaskan, pemerintah bakal tetap mampu menjaga stabilitas, termasuk dampaknya bagi pemberian subsidi BBM.

Selain itu, lanjut Purbaya, pihaknya juga bakal menjaga agar defisit APBN tetap berada di bawah angka 3 persen, atau 2,9 persen terhadap PDB. Hal itu antara lain ditempuh melalui upaya efisiensi, dan berbagai program penghematan di sejumlah sektor anggaran pemerintah.

"Kita sudah exercise dengan harga minyak dunia rata-rata US$100 per barel sampai akhir tahun. Terus ada juga exercise lain, seperti pemotongan (anggaran) dan penghematan di sana-sini. Supaya kita bisa pastikan defisit masih di sekitar 2,9 persen," kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan apabila harga minyak tetap naik tak terkendali, lanjut Purbaya, Dia menegaskan bahwa pemerintah juga masih memiliki bantalan fiskal yang cukup besar. Dimana salah satunya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL), yang saat ini tercatat mencapai sebesar Rp 420 triliun.

Meski demikian, Purbaya optimis bahwa kemungkinannya cukup kecil untuk harga minyak bertahan di atas US$100 per barel dalam rentang waktu lama. Terlebih, hal itu juga harus dipertimbangkan seiring dengan dinamika politik dan kebijakan energi global, termasuk di Amerika Serikat (AS).

Halaman Selanjutnya

"Misalnya harga (minyak dunia) lebih tinggi atau enggak terkendali, tapi selama suplainya ada, kita masih punya bantalan Rp 420 triliun dalam bentuk SAL. Kalau kepepet, itu masih bisa dipakai," kata Purbaya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |