Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Hari Beruntun, Brent Kini di Bawah US$100

4 hours ago 1

Rabu, 23 September 2026 - 13:45 WIB

VIVA Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu, 23 September 2026. Penurunan terjadi di tengah membaiknya prospek pasokan minyak dari kawasan Teluk serta munculnya harapan terhadap penyelesaian konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun US$1,09 atau 1,1 persen menjadi US$98,16 per barel, setara sekitar Rp1,75 juta per barel dengan asumsi kurs Rp17.800 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun US$1,50 atau 1,67 persen menjadi US$89,01 per barel, setara sekitar Rp1,58 juta per barel.

Penurunan tersebut membuat harga Brent dan WTI telah melemah selama enam sesi perdagangan berturut-turut, sekaligus membawa kedua kontrak minyak tersebut ke sekitar level terendah dalam dua pekan.

Pasar minyak mendapat sentimen dari perkembangan pasokan di Timur Tengah. Arab Saudi pada Selasa kembali mengoperasikan East-West Pipeline yang menghubungkan wilayah penghasil minyak dengan Laut Merah. 

Tiga sumber yang mengetahui kondisi tersebut mengatakan langkah itu diikuti tanda-tanda peningkatan aliran minyak dari kawasan tersebut.

Sebelumnya, serangan drone yang disebut Arab Saudi dilakukan oleh milisi Irak membuat kerajaan itu menghentikan operasi pipa pada 11 September. Penghentian tersebut turut menghambat pemuatan minyak mentah di pelabuhan Yanbu.

Sejak konflik AS-Israel dengan Iran mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, Arab Saudi menggunakan jalur tersebut untuk mengalihkan sekitar 4 juta barel minyak per hari, atau sekitar 4 persen dari pasokan minyak global, menuju Yanbu. 

Riyadh pada Selasa juga menawarkan tambahan pasokan minyak kepada perusahaan penyulingan Asia dari lokasi yang berada di luar Selat Hormuz.

Selain Arab Saudi, Irak turut meningkatkan ekspor minyak. Menteri Perminyakan Irak Basim Mohammed mengatakan negaranya kini mengekspor lebih dari 3 juta barel per hari. Irak juga memperkirakan ekspor melalui Turki dapat meningkat menjadi lebih dari 600.000 barel per hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan tersebut menambah optimisme pasar terhadap pasokan minyak global. Tim Waterer, kepala analis KCM Trade, mengatakan kondisi pasokan saat ini terlihat lebih baik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya.

“Pasar saat ini merasa lebih konstruktif terhadap prospek pasokan minyak global dibandingkan beberapa pekan lalu,” kata Tim Waterer.

Halaman Selanjutnya

Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa dirinya dapat "memusnahkan" Iran jika tidak tercapai kesepakatan damai. Namun, Trump juga mengatakan utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah melakukan pembicaraan produktif dengan mediator Iran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |