VIVA – Kasus penemuan jasad bayi perempuan di kawasan perumahan Kelurahan Bumi Ayu, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, tengah didalami polisi. Bayi tersebut diduga dibuang oleh ibu kandungnya yang masih berusia 17 tahun dan berstatus sebagai pelajar atau siswi kelas XII SMK.
Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Rahmat Hidayat mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terhadap SD. Karena itu, remaja tersebut hingga kini belum ditetapkan sebagai tersangka.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Untuk saat ini pelaku SD belum dijadikan tersangka karena masih dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut," kata Rahmat di Bengkulu, Selasa, 22 September 2026.
Polisi telah mengumpulkan keterangan dari SD serta sejumlah barang bukti untuk mengungkap rangkaian kejadian tersebut. Autopsi terhadap jasad bayi juga telah dilakukan guna mengetahui penyebab kematiannya.
Rahmat mengatakan, dalam pemeriksaan awal ditemukan adanya lumpur di bagian paru-paru bayi. Temuan tersebut masih didalami untuk memastikan apakah bayi masih dalam kondisi hidup ketika dibuang atau telah meninggal sebelumnya.
"Saat ditemukan terdapat lumpur di paru-paru bayi dan ini yang masih dicari apakah saat dibuang masih dalam kondisi hidup atau seperti apa," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kejadian bermula pada Jumat, 18 September 2026 sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, SD mulai merasakan sakit dan nyeri pada bagian bawah perut secara berulang.
Sekitar pukul 22.00 WIB, SD sempat tertidur. Namun, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, ia terbangun karena merasakan nyeri hebat di bagian perut seperti ingin buang air besar.
SD kemudian pergi ke kamar mandi. Tak lama berselang, keluar cairan dari kemaluannya hingga kemudian bayi beserta plasentanya lahir secara normal.
Menurut polisi, bayi tersebut sempat bergerak dan menangis setelah dilahirkan. Dalam kondisi panik, SD disebut keluar dari kamar mandi untuk mengambil kantong plastik berukuran besar berwarna hitam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bayi bersama plasentanya kemudian dimasukkan ke dalam kantong tersebut. SD lalu membawanya ke bawah jembatan yang berada tidak jauh dari rumah dan meninggalkannya di lokasi tersebut sebelum kembali ke rumah untuk beristirahat.
"SD melahirkan secara normal dan sudah memasuki 9 bulan," kata Rahmat.
Halaman Selanjutnya
Polisi menyebut SD tinggal bersama neneknya. Saat peristiwa terjadi, terdapat anggota keluarga lain di rumah. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, keluarga tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa SD sedang hamil.

3 hours ago
2





















