Harga Minyak Dunia Meroket US$118 Per Barel, Bahlil Jamin Harga Pertalite Tak Naik

4 hours ago 1

Senin, 9 Maret 2026 - 13:12 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menjamin, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus US$118 per barel.

"Saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insyaAllah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Dia juga menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Karena itu, Dia meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu ‘panic buying’.

“Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,” ujar Bahlil.

Diketahui, laporan Sputnik menyebut bahwa harga minyak mentah jenis Brent melonjak mencapai US$118 per barel, untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022, dipicu oleh eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang sejauh ini dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi sekolah, serta sejumlah pejabat tinggi militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran telah membalas dengan rentetan serangan besar-besaran yang menargetkan pangkalan AS, fasilitas diplomatik, dan personel militer di seluruh kawasan, serta beberapa kota di Israel. Serangan tersebut terus meningkat.

Pada Minggu, 8 Maret 2026, AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran. (Ant).

Serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah pemukiman penduduk Iran

Iran Masukkan Aset Ekonomi AS ke Daftar Target Serangan

Iran telah memperluas daftar target potensialnya untuk memasukkan aset ekonomi Amerika, sehingga tidak lagi hanya berfokus pada situs militer AS dan Israel

img_title

VIVA.co.id

9 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |