Jakarta, VIVA – Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Pasar energi global diguncang oleh keputusan Iran yang mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh lalu lintas kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial.
Akibatnya, harga minyak mentah langsung melonjak lebih dari 2 persen dalam perdagangan terbaru. Minyak mentah Brent tercatat naik US$2,30 atau sekitar Rp41.400 menjadi US$95,40 per barel atau setara sekitar Rp1,72 juta per barel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$2,60 atau sekitar Rp46.800 menjadi US$92,63 per barel atau sekitar Rp1,67 juta per barel. Bahkan, selama sesi perdagangan, harga minyak AS sempat melonjak lebih dari US$3 atau sekitar Rp54.000 per barel.
Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Keputusan menutup Selat Hormuz diumumkan oleh komando militer gabungan tertinggi Iran setelah serangan terbaru militer AS ke sejumlah lokasi di wilayah Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa jalur laut strategis tersebut ditutup untuk seluruh aktivitas pelayaran hingga waktu yang belum ditentukan.
“Berlaku segera, karena kondisi keamanan yang tidak kondusif di kawasan, Selat Hormuz dinyatakan tertutup bagi seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial,” kata IRGC dalam unggahan di kanal Telegram resminya sebagaimana dikutip dari The Times of India, Kamis, 11 Juni 2026.
IRGC juga mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kapal yang mencoba melintasi wilayah tersebut. “Setiap kapal yang mencoba melintasi selat tersebut akan menjadi target,” lanjut pernyataan itu.
Serangan Baru AS Memperparah Konflik
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketegangan terbaru muncul setelah Komando Pusat AS (US Central Command) mengonfirmasi serangan terhadap sejumlah target di Iran. Dalam unggahan di media sosial, militer AS menyatakan sedang menyerang “beberapa target di Iran” sebagai respons atas tindakan agresif yang dilakukan Teheran.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga telah memberi sinyal bahwa serangan tambahan akan dilakukan. Ia memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi lebih besar jika konflik terus berlanjut.
Halaman Selanjutnya
Operasi militer terbaru tersebut dilakukan sehari setelah Washington melancarkan serangan terhadap Iran menyusul jatuhnya sebuah helikopter Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz. Trump menuding Republik Islam Iran bertanggung jawab atas insiden tersebut.

2 days ago
5















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)