Jakarta, VIVA – Kemendag menetapkan harga patokan ekspor (HPE) emas sebesar US$142.154,10 per kilogram untuk periode pertama September 2026. Terdapat kenaikan HPE emas sebesar 7,87 persen dari periode kedua Agustus 2026 yang sebesar US$131.777,67 per kilogram. Sementara itu, harga referensi (HR) emas meningkat menjadi sebesar US$4.421,49 per troy ounce (t oz) dari periode sebelumnya yang sebesar US$4.098,75 per t oz.
Penetapan HPE dan HR emas tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1776 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1-14 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengungkapkan, kenaikan HPE dan harga referensi emas pada periode pertama September 2026 didorong oleh meningkatnya permintaan logam mulia di pasar global, sedangkan pasokannya relatif terbatas.
"Peningkatan HPE dan HR emas pada periode pertama September 2026 didorong beberapa faktor, salah satunya peningkatan permintaan emas di tengah keterbatasan pasokan," ujar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, 1 September 2026.
Tommy menyampaikan faktor lainnya meliputi depresiasi nilai tukar mata uang utama dunia serta merosotnya imbal hasil obligasi di pasar internasional. Di samping itu, wacana pemangkasan suku bunga acuan oleh sejumlah bank sentral global turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan harga emas.
Menurut Tommy, kondisi tersebut mendorong investor untuk mengalihkan likuiditas ke emas yang dipandang sebagai aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
"Dinamika tersebut mendorong para pelaku pasar untuk mengalihkan modal mereka ke instrumen emas yang dianggap sebagai safe haven dengan tingkat stabilitas yang lebih tinggi. Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya permintaan emas di pasar global," jelas Tommy.
Rupiah Menguat ke Rp 17.715 di Tengah Lonjakan Harga Energi Imbas Kembali Memanasnya Perang Iran-AS
Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.715 per dolar AS. Posisi itu menguat 7 poin atau 0,04 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.722 per dolar AS.
VIVA.co.id
1 September 2026

1 hour ago
2













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315191/original/080241400_1785829977-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_13.44.52.jpeg)
