Harga Terus Naik, Mobil Listrik Entry Level Mulai Kehilangan Pesonanya?

1 week ago 3

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:42 WIB

Sukabumi, VIVA – Mobil listrik berukuran mungil sempat digadang-gadang menjadi pintu masuk masyarakat Indonesia untuk beralih ke kendaraan tanpa emisi. Harganya yang relatif lebih terjangkau dibanding mobil listrik berukuran besar membuat segmen ini diprediksi mampu menarik konsumen baru.

Namun, kondisi pasar saat ini ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Sejumlah produsen mulai mengakui bahwa mobil listrik di kelas entry level menghadapi tantangan tersendiri, terutama ketika harga jual terus mengalami kenaikan dan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut juga diakui Changan Indonesia. Merek asal China yang baru sekitar enam bulan beroperasi di Indonesia itu menyebut penjualan city car listrik Lumin belum menunjukkan performa yang diharapkan.

Head of Marketing Changan Indonesia, Rizal Mulyadi, mengatakan setiap produk memiliki keunggulan dan tantangannya masing-masing. Menurutnya, Lumin masih menawarkan nilai lebih dibanding sejumlah kompetitor di kelasnya, tetapi kondisi pasar membuat penjualannya belum optimal.

"Kita percaya Lumin bisa memberikan lebih dibanding produk lain. Tapi kalau dari segi penjualan memang belum terlihat banyak," ujarnya saat ditemui di Sukabumi, Jawa Barat.

Menurut Rizal, salah satu penyebabnya adalah kendala pasokan dari prinsipal. Selain itu, kenaikan harga jual juga ikut memengaruhi minat konsumen di segmen mobil listrik perkotaan.

Saat pertama kali diperkenalkan di Indonesia, Changan Lumin dibanderol sekitar Rp178 juta. Namun secara bertahap harga mobil tersebut mengalami penyesuaian hingga kini berada di kisaran Rp222 juta.

"Harga sudah di atas Rp200 juta, mungkin ini juga menjadi faktor yang memperlambat. Karena kita sama-sama tahu kondisi sekarang, untuk entry level dengan harga sekelas itu memang agak berat," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena tersebut mencerminkan dinamika yang sedang terjadi di pasar mobil listrik nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan semakin ketat dengan hadirnya berbagai merek baru yang menawarkan produk di rentang harga yang beragam.

Di sisi lain, konsumen juga semakin selektif dalam menentukan pilihan. Tidak hanya mempertimbangkan harga, calon pembeli kini mulai melihat aspek lain seperti fitur, teknologi, layanan purna jual, jaringan diler hingga nilai jual kembali kendaraan.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Changan belum menyerah dengan Lumin. Rizal memastikan perusahaan tetap percaya diri terhadap produk tersebut dan akan terus berupaya meningkatkan penerimaan pasar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |