Hasil Kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri Dilaporkan ke Prabowo, Ada 3.000 Halaman

1 week ago 5

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:15 WIB

Jakarta, VIVA – Komisi Percepatan Reformasi Polri mendatangi Istana Kepresidenan pada Selasa, 5 Mei 2026. 

Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri Yusril Ihza Mahendra mengatakan dia bersama anggota lainnya akan menyampaikan hasil kerja kepada Presiden Prabowo Subianto. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diundang oleh Pak Presiden untuk menyampaikan laporan akhir dari kerja Komite Percepatan Reformasi Polri yang sudah bekerja selama berapa bulan dan lebih kurang 2 bulan yang lalu sudah menyelesaikan tugas-tugasnya," kata Yusril kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Komisi Percepatan Reformasi Polri menyerahkan laporan dengan total 3.000 halaman kepada Presiden Prabowo. Namun, komisi juga akan menyerahkan simpulan yang terdiri dari tiga halaman untuk dibaca Prabowo secara singkat dan mudah dipahami. 
 
"Usulan-usulan yang disampaikan oleh Komite Percepatan Reformasi Polri kepada Presiden. Untuk selanjutnya tentu kami akan menunggu apa arahan dari Pak Presiden setelah beliau membaca laporan dari dan saran-saran dari Komisi Percepatan Reformasi Polri ini," kata Yusril. 

Kendati demikian, Yusril belum dapat membeberkan poin penting dari hasil kerja Komisi Percepatan Reformasi Polri. Dikatakan, Komisi akan menyampaikan kajian dan rekomendasi tersebut setelah melaporkannya kepada Prabowo. 

"Kami sudah sepakat bahwa belum akan mengumumkan kepada publik sebelum laporan itu diserahkan langsung ke tangan Bapak Presiden," katanya. 

Yusril yakin hasil kajian dan rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri akan membawa perubahan di tubuh Polri. Salah satunya perubahan UU Polri. 

"Cukup besar usulan-usulan yang disampaikan kepada Pak Presiden. Dan itu kalau disetujui, maka akan ada implikasi perubahan terhadap undang-undang polri yang ada sekarang," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie membenarkan terdapat banyak hal yang akan disampaikan kepada Prabowo. Namun, Jimly masih enggan membeberkannya. 

"(Laporannya) banyak. Nanti saja, nanti saya laporkan apa saja yang setuju apa yang tidak," katanya.

Presiden Prabowo Subianto

Hadapi Ancaman Terorisme, Prabowo Tambah Deputi Kesiapsiagaan dan Kontra Radikalisasi BNPT

Perpres ini menetapkan BNPT sebagai pusat analisis dan pengendalian krisis yang berfungsi sebagai fasilitas bagi Presiden dalam menetapkan kebijakan penanganan krisis.

img_title

VIVA.co.id

4 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |