Hasil RUPST BUMI Terungkap, Tak Bagi Dividen hingga Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

1 hour ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:50 WIB

Jakarta, VIVA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengungkap sejumlah keputusan penting yang dihasilkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Hotel JS Luwansa, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026.

Salah satu keputusan utama yang menjadi perhatian investor adalah tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Selain itu, emiten batu bara kelompok Bakrie tersebut juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta sejumlah agenda strategis lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengumuman hasil rapat tersebut disampaikan manajemen BUMI di tengah pergerakan saham perseroan yang masih berada dalam tekanan. Dalam dua hari perdagangan terakhir, saham BUMI bergerak di zona merah. Pada perdagangan Senin, 22 Juni 2026, saham BUMI ditutup turun 3,57 persen ke level Rp161 per saham.

Pemegang Saham Setujui Laporan Keuangan 2025

RUPST yang dipimpin Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen Sharif Cicip Sutardjo dihadiri para pemegang saham dan kuasa pemegang saham yang mewakili lebih dari separuh saham dengan hak suara sah.

Dengan tingkat kehadiran tersebut, rapat dinyatakan memenuhi kuorum sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat mengambil keputusan yang sah atas seluruh agenda yang dibahas.

"Rapat membahas dan mengambil keputusan atas lima mata acara," tulis manajemen BUMI dalam keterangan resminya, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui laporan pertanggungjawaban Direksi sekaligus mengesahkan laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Laporan keuangan tersebut sebelumnya telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (RSM Indonesia) dan memperoleh opini wajar tanpa pengecualian atau WTP.

BUMI Putuskan Tidak Membagikan Dividen

Keputusan lain yang menjadi sorotan adalah persetujuan pemegang saham untuk tidak membagikan dividen dari laba tahun buku 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Manajemen menjelaskan langkah tersebut diambil karena Perseroan masih memprioritaskan penggunaan modal untuk mendukung strategi diversifikasi bisnis yang tengah dijalankan.

Dengan demikian, seluruh laba yang tersedia akan difokuskan untuk memperkuat pengembangan usaha dan mendukung arah bisnis jangka panjang Perseroan.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, pemegang saham juga menyetujui penunjukan kembali RSM Indonesia sebagai auditor eksternal Perseroan untuk melakukan audit laporan keuangan tahun buku 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |