Heboh Bayi 2 Bulan Tewas di IGD Diduga karena Buruknya Pelayanan, RSUD Syekh Yusuf Gowa Merespons

6 days ago 7

Selasa, 16 Juni 2026 - 04:00 WIB

Gowa, VIVA – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Gowa menanggapi kasus kematian seorang bayi bernama Athar Ismail berusia dua bulan, saat berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Sabtu 12 Juni yang viral di media sosial terkait dugaan kelalaian dan minim pelayanan.

"Terkait dengan kejadian meninggalnya bayi Athar, itu sebenarnya sudah ditangani sesuai dengan SOP dan penanganan yang sesuai dengan kasus penyakitnya," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi kepada wartawan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan korban awalnya masuk IGD pada Sabtu malam, 12 Juni pukul 20.30 WITA dengan kondisi kritis karena sakit demam tidak kunjung turun selama tiga hari.

Ia sempat mendapat perawatan di Puskesmas Barombong, selanjutnya di rujuk ke rumah sakit tersebut.

Di RSUD Syekh Yusuf korban sempat mendapatkan perawatan, tetapi kondisinya terus menurun dan akan dirujuk ke rumah sakit tipe A lainnya di Kota Makassar.

Namun takdir berkata lain, sebelum dirujuk bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Minggu dini hari, 13 Juni pukul 03.00 WITA.

Dalam video tersebut. orang tua korban sempat histeris memeluk anaknya meninggal. Pihak keluarga korban menuding adanya kelalaian serta buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, termasuk lambatnya proses rujukan ke rumah sakit besar.

Sementara itu, manajemen RSUD Syekh Yusuf membantah tuduhan ada kelalaian para medis dalam menangani pasien saat berada di ruang IGD.

Menurut Wahyudi, dari laporan, kondisi bayi tersebut memang sejak awal masuk sudah kritis.

"Kondisi pasien dalam keadaan berat, menurut penyampaian dari tim dokter kami dan tim perawat. Dia datang dari rumah, dalam kondisi demam di hari keempat, disertai sesak berat, dan kondisi yang agak kuning pada seluruh tubuh," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan sejak awal penanganan medis telah menjalankan standar operasional prosedur (SOP), mulai pemberian bantuan pernafasan, infus cairan serta obat-obatan melalui suntikan, sesuai protokol penangan pasien.

"Bahkan tim dokter sejak menit pertama tiba di IGD sudah dilibatkan. Dari hasil pemeriksaan setelah menilai kondisi terakhir korban direncanakan dirujuk ke rumah sakit lain dengan layanan lebih memadai. Namun pada saat belum dirujuk, itu sudah meninggal dunia," katanya.

Halaman Selanjutnya

Terkait persoalan rujukan yang dinilai lambat diproses, ia berdalih sudah menjalankan sesuai sistem dengan memberikan rekomendasi rujukan menghubungi tiga rumah sakit tujuan melalui sistem rujukan terintegrasi (Sisrute), ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Islam Faisal dan RSUD Labuang Baji.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |