Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:00 WIB
VIVA –Seorang pekerja rumah tangga yang telah lama bekerja di kediaman Perdana Menteri Israel menggugat Sara Netanyahu pada Selasa 25 Agustus lalu. Ia menuduh istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tersebut melakukan kekerasan verbal, penghinaan, serta menerapkan kondisi kerja yang tidak wajar selama bertahun-tahun.
Dalam gugatannya, pekerja bernama Rami Ben Hamo itu juga menuduh Sara Netanyahu melontarkan penghinaan bernuansa etnis dan memintanya tetap bekerja meski baru menjalani prosedur medis terkait masalah jantung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir media Israel, ynetnews, Sabtu 29 Agustus 2026, Ben Hamo, yang bekerja untuk Kantor Perdana Menteri Israel dan di kediaman resmi perdana menteri selama lebih dari satu dekade, menuntut kompensasi sebesar 450.000 shekel. Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Perburuhan Regional Yerusalem.
Gugatan itu diajukan sekitar satu bulan setelah pekerja lain di kediaman tersebut, Yehiel Ohev Ami, mengajukan gugatan terpisah terkait kondisi kerjanya.
Berdasarkan dokumen gugatan, Ben Hamo secara langsung bekerja untuk Kantor Perdana Menteri sebagai pekerja rumah tangga sejak Maret 2023 hingga Desember 2025. Selama periode tersebut, ia mengaku mengalami perlakuan sangat buruk dari istri perdana menteri hampir setiap hari. Ia juga mengklaim harus bekerja dengan jam kerja yang tidak teratur dan dalam kondisi yang melanggar aturan ketenagakerjaan.
Ben Hamo mengatakan hari kerjanya biasanya dimulai sekitar pukul 07.30 dan terkadang baru berakhir tengah malam hingga dini hari. Ia mengaku bekerja rata-rata 60 hingga 80 jam lembur setiap bulan.
Menurutnya, ketika tidak menjalankan instruksi Sara Netanyahu persis seperti yang diminta, ia akan mendapat teriakan, hinaan, dan penghinaan.
Sara Sebut ART sebagai Orang Terbelakang
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam gugatannya, Ben Hamo membeberkan sejumlah kejadian yang berkaitan dengan pekerjaan membersihkan rumah dan tugas-tugas rumah tangga. Ia mengaku Sara Netanyahu memintanya membersihkan tas pribadi dan bagian bawah sepatu miliknya menggunakan tisu.
Ia juga disebut diminta mencuci tangan setiap kali masuk ke rumah dan di antara satu pekerjaan dengan pekerjaan lainnya, yang terkadang dilakukan lebih dari 10 kali dalam sehari. Jika lupa melakukannya, Ben Hamo mengklaim Sara Netanyahu akan merespons dengan teriakan dan berbagai hinaan.
Halaman Selanjutnya
Menurut gugatan tersebut, perlakuan itu semakin buruk pada bulan-bulan terakhir Ben Hamo bekerja di kediaman resmi sang perdana menteri. Sara Netanyahu disebut pernah mengatakan kalimat penuh kepadanya. Seperti 'Kamu tidak tahu cara membersihkan,' 'Kamu membersihkan dengan buruk,' dan 'Kenapa lis dindingnya tidak bersih?'

3 weeks ago
25





















