Cilegon, VIVA – Perkembangan teknologi digital membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru yang dinilai semakin mengkhawatirkan, mulai dari penyebaran hoaks hingga masuknya pengaruh ideologi asing melalui media sosial dan internet.
Kondisi itu membuat generasi muda dianggap perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta pemahaman kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan. Selain kecerdasan akademik, anak muda juga dinilai harus memiliki karakter, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Isu tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan kuliah umum wawasan kebangsaan yang digelar di Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Dalam kegiatan itu, Dandim 0623/Cilegon selaku Dansatgas TMMD ke-128 hadir langsung memberikan pembekalan kepada ratusan mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung di auditorium Fakultas Teknik Untirta tersebut mengangkat tema “Peran Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam pemaparannya, Dandim menyoroti pentingnya peran mahasiswa sebagai generasi intelektual yang harus mampu menyaring informasi secara bijak.
Menurutnya, mahasiswa tidak boleh mudah percaya terhadap berita bohong maupun informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama di tengah derasnya arus media digital saat ini.
"Jadilah mahasiswa yang kelak menjadi pemimpin dengan jati diri positif. Ini bukan lagi soal berbuat baik atau tidak, tapi kelayakan kita untuk berada di kampus ini dan untuk bangsa Indonesia," ujar Dansatgas tegas.
Ia juga menegaskan bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kepintaran generasi mudanya, tetapi juga oleh kualitas moral dan adab yang dimiliki.
Dalam kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Teknik Untirta, Jayanudin, menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berkontribusi nyata bagi negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Suasana acara semakin interaktif saat sesi tanya jawab dimulai. Salah satu mahasiswa bernama Muhammad Ilham menanyakan kemampuan apa yang paling dibutuhkan negara di masa depan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Dansatgas TMMD mendorong mahasiswa untuk memperdalam ilmu teknik sekaligus mendukung penelitian dan pengembangan teknologi dalam negeri. Ia berharap generasi muda dapat membantu Indonesia menjadi negara yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada produk luar negeri.
Halaman Selanjutnya
Selain membahas hoaks, diskusi juga menyinggung soal infiltrasi ideologi asing yang dinilai menjadi tantangan serius di era globalisasi. Ketua Jurusan Teknik Metalurgi, Agus, turut mengangkat isu tersebut termasuk kaitannya dengan wacana wajib militer di dunia pendidikan.

2 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


