Kamis, 25 Juni 2026 - 09:31 WIB
Jakarta, VIVA – Hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengalami ketegangan serius. Bahkan, Trump disebut melontarkan ancaman "perceraian" terhadap Israel saat berbincang dengan Netanyahu.
Informasi tersebut diungkap jurnalis New York Times, Maggie Haberman dan Jonathan Swan, dalam buku terbaru mereka berjudul "Regime Change: Inside the Imperial Presidency of Donald Trump."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut laporan tersebut, keretakan hubungan keduanya mulai terlihat pada September 2025. Saat itu Trump berupaya mendorong Israel menerima proposal perdamaian yang diajukannya untuk mengakhiri konflik di Gaza.
Dalam percakapan yang juga dihadiri utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, presiden AS itu disebut meluapkan kekesalannya kepada Netanyahu yang akrab disapa Bibi.
"Semua orang muak Anda, Bibi," tegas Trump kepada Netanyahu, dilansir dari Times of Israel, Kamis 25 Juni 2026.
Trump bahkan mengklaim dukungan terhadap Netanyahu mulai menurun, termasuk di kalangan Yahudi Amerika.
"Semua orang Yahudi muak Anda. Bahkan dua orang Yahudi dalam panggilan ini pun muak Anda," tambahnya.
Dalam laporan lain yang dimuat The Independent, Trump juga mengingatkan bahwa penolakan Israel terhadap kesepakatan damai dapat berdampak pada hubungan kedua negara.
"Semua orang membencimu, dan aku telah mendukungmu," kata Trump sebelum memperingatkan kemungkinan terjadinya "perceraian" antara Amerika Serikat dan Israel.
Meski memasuki 2026 Trump dan Netanyahu sempat menunjukkan kedekatan, terutama pada fase awal operasi militer AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari. Hubungan keduanya disebut kembali memburuk seiring mandeknya berbagai upaya diplomatik yang didorong Washington.
Trump dilaporkan semakin frustrasi setelah proses negosiasi dan perdamaian menghadapi hambatan. Ia juga mengecam serangan Israel ke Lebanon yang dinilai memperumit situasi ketika Iran mengancam meninggalkan jalur perundingan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan tersebut menyebut Trump sempat menilai Netanyahu "tidak memiliki penilaian yang sama" dan bahkan menyebutnya gila dalam percakapan internal.
Sementara itu, The Washington Post melaporkan komunitas intelijen AS telah memperingatkan Gedung Putih bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengambil langkah yang dapat menghambat upaya mencapai kesepakatan damai jangka panjang dengan Iran.
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, Netanyahu dalam pidato terbarunya pada Selasa menegaskan pentingnya kemandirian pertahanan Israel. Ia mendorong negaranya untuk memiliki kemampuan militer yang kuat tanpa ketergantungan penuh kepada Amerika Serikat.

5 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)