Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengakhiri perdagangan di zona merah pada Selasa, 23 Juni 2026. Meski sempat memangkas tekanan di penghujung sesi, indeks tetap ditutup melemah 0,39 persen ke level 6.092,857.
Pergerakan IHSG sepanjang hari menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Indeks bergerak di kisaran 6.000 hingga 6.100 dan sempat menyentuh area terendah mendekati level psikologis 6.000 sebelum berangsur pulih menjelang penutupan perdagangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melemahnya IHSG terjadi di tengah aktivitas transaksi yang tetap tinggi. Investor terlihat masih aktif melakukan transaksi pada sejumlah saham unggulan, terutama saham sektor perbankan, energi, dan petrokimia.
Mayoritas Indeks Masih Bergerak di Zona Merah
Data perdagangan menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada IHSG. Sejumlah indeks utama Bursa Efek Indonesia juga masih bergerak melemah.
Indeks IDX30 tercatat turun 0,02 persen ke level 338,672. Sementara indeks IDXLQ45LCL terkoreksi 0,16 persen ke posisi 87,187.
Meski demikian, beberapa indeks mampu bertahan di zona hijau. Indeks LQ45 naik tipis 0,03 persen menjadi 599,401, sedangkan IDX80 menguat 0,22 persen ke level 90,274.
Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar meski sentimen pasar secara umum masih cenderung negatif.
Nilai Transaksi Saham Tembus Rp13,47 Triliun
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia tetap ramai sepanjang sesi.
Total nilai transaksi saham mencapai Rp13,47 triliun dengan volume perdagangan mencapai 20,95 miliar saham.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,70 juta kali transaksi.
Sementara itu, instrumen Exchange Traded Fund (ETF) mencatat nilai transaksi Rp88,48 miliar dengan volume 283 juta unit.
Untuk instrumen DIRE, nilai transaksi mencapai Rp2,2 miliar dengan volume 39,5 ribu unit.
Adapun Structured Warrant membukukan nilai transaksi Rp11,04 miliar dengan volume mencapai 1,47 miliar unit dan frekuensi transaksi sebanyak 24.573 kali.
DSSA Kembali Jadi Raja Transaksi
Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar di pasar reguler.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
DSSA membukukan nilai transaksi mencapai Rp1,84 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 2,22 miliar saham. Harga saham DSSA berada di level Rp830 per saham.
Besarnya nilai transaksi DSSA membuat saham milik Grup Sinar Mas tersebut menjadi pusat perhatian pelaku pasar sepanjang perdagangan hari ini.
Halaman Selanjutnya
Posisi berikutnya ditempati saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatat nilai transaksi sebesar Rp1,01 triliun. Volume perdagangan BMRI mencapai 245,29 juta saham dengan harga berada di level Rp4.120 per saham.

3 weeks ago
6











