IHSG Anjlok 2 Persen, Bursa Asia dan Wall Street Turun Imbas Lonjakan Ketegangan Iran-AS

3 weeks ago 9

Senin, 18 Mei 2026 - 09:05 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka anjlok 138 poin atau 2,06 persen di level 6.584 pada pembukaan perdagangan Senin, 18 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG kemungkinan melanjutkan koreksi seiring dengan pelemahan rupiah," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 18 Mei 2026.

Dia mengatakan, kenaikan tajam harga minyak dunia dan belum selesainya negosiasi damai AS dan Iran, menyebabkan aksi jual besar-besaran di pasar saham Asia pada Jumat pekan lalu. Kekhawatiran investor terhadap lonjakan inflasi dan tekanan suku bunga kembali meningkat, terutama setelah gangguan di Selat Hormuz masih membatasi arus perdagangan energi global.

Indeks Kospi anjlok lebih dari 6 persen setelah saham-saham teknologi dan semikonduktor mengalami koreksi tajam. Saham Samsung Electronics melemah 8,6 persen dan SK Hynix turun 7,7 persen.Tekanan di pasar muncul di tengah rally panjang yang sebelumnya didorong harapan tercapainya gencatan senjata di Timur Tengah.

Selain itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,99 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,62 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,11 persen. Di sisi lain, Trump dan Presiden China Xi Jinping disebut sepakat menolak Iran memiliki senjata nuklir dan ingin jalur perdagangan di Selat Hormuz tetap terbuka.

"Support IHSG berada di level 6.500-6.600 sementara resist IHSG di rentang 6.780-6.850," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup turun pada perdagangan Jumat pekan lalu, setelah pasar dihantui kembali kekhawatiran inflasi global. Lonjakan harga minyak akibat memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah, membuat investor beralih dari aset berisiko ke obligasi pemerintah AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks Dow Jones turun 1,07 persen, S&P 500 melemah 1,24 persen, dan Nasdaq terkoreksi signifikan 1,54 persen. Tekanan di pasar muncul setelah harga minyak mentah melonjak tajam, menyusul pernyataan keras Presiden AS, Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang memicu keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata kedua negara.

Pasar juga khawatir gangguan di Selat Hormuz kembali memburuk dan mengganggu pasokan energi global. Di sisi lain, Jumat menjadi hari terakhir Jerome Powell menjabat sebagai Ketua The Fed. Pergantian kepemimpinan The Fed, Kevin Warsh, berpotensi menghadapi tekanan untuk kembali menaikkan suku bunga apabila inflasi akibat perang Iran terus meningkat.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian

Iran Tuding AS-Israel Pakai Cara Kotor untuk Adu Domba Muslim

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyebut Amerika Serikat dan Israel berupaya menjalankan proyek yang memecah belah dan menimbulkan ketidakpercayaan negara muslim.

img_title

VIVA.co.id

18 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |