Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan lebih dalam pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG anjlok 4,57 persen atau 362,70 poin ke level 7.577,06 pada Rabu sore, 4 Maret 2026.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG memulai sesi II dengan koreksi cukup tajam hingga jatuh menyentuh area 7.493,27 sekaligus titik terendah intraday. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 29,61 triliun, volume transaksk sebesar Rp 531,27 juta dengan total perdagangan sebanyak 3,30 juta transaksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seluruh sektor saham juga mengalami tekanan. Sektor bahan baku merosot paling dalam sebesar 7,24 persen lalu sektor transportasi amblas 7,23 persen dan sektor konsumer siklikal rontok 6,69 persen
Sektor industri melemah 5,38 persen, sektor energi menurun 4,64 persen, sektor teknologi menyusut 4,26 persen, sektor infrastruktur tergerus 4,84 persen, sektor konsumer non-siklikal turun 4,13 persen, sektor properti melemah 3,87 persen, sektor keuangan jatuh 3,18 persen dan sektor kesehatan kehilangan 2,79 persen.
IHSG
Photo :
- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
"Bersama dengan mayoritas indeks bursa Asia, IHSG tertekan akibat sentimen negatif dari meningkatnya intensitas perang di Timur Tengah yang membuat investor global cenderung menghindari aset-aset yang berisiko," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 4 Maret 2025.
Selain itu, Fitch Ratings menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, meskipun peringkat Indonesia tetap pada level BBB, turut memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks domestik. Revisi outlook ini mencerminkan ketidakpastian kebijakan yang semakin meningkat, serta kekhawatiran terhadap konsistensi dan kredibilitas kebijakan di tengah pengambilan keputusan yang terpusat.
Kekhawatiran akan dampak perang yang berkepanjangan terhadap inflasi dan ekonomi masih berlanjut. Harga komoditas terkait energi berlanjut menguat, menimbulkan kekhawatiran akan potensi meningkatnya inflasi.
"Investor memperhitungkan kembali permintaan emas sebagai aset safe haven di tengah meningkatnya konflik AS-Iran dan penguatan tajam Dolar AS," lanjut Tim Analis Phintraco Sekuritas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan indikator Stochastic RSI melemah mendekati area oversold. IHSG sempat melemah hingga level 7,486, mendekati level 7,481 yang pernah disentuh pada akhir Januari 2026 lalu.
Seluruh emiten di jajaran 45 saham unggulan kompak terkoreksi. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melemah dua digit sebesar 10,62 persen ke level 6.100, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) tergerus 10,16 persen menjadi 9.725 dan saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) anjlok 10,07 persen ke posisi 6.475
Spanyol Tak Gentar dengan Ancaman Embargo Perdagangan Trump
Spanyol menegaskan kembali bahwa posisinya "adalah dan akan selalu berupaya untuk perdagangan bebas dan kerja sama ekonomi antar negara," berdasarkan "saling menghormati"
VIVA.co.id
4 Maret 2026

6 hours ago
2





















