Jakarta, VIVA – IHSG dibuka melemah 7 poin atau 0,13 persen di level 5.865 pada pembukaan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi break resistance dibayangi koreksi pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG potensi melanjutkan koreksi ke 5.850. Jika break di bawah 5.850, bisa terkoreksi ke 5.650-5.800," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 9 Juli 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)
Dia mengatakan, mayoritas bursa saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Rabu kemarin, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang membebani sentimen investor global. Pelaku pasar juga memilih bersikap hati-hati menjelang rilis risalah rapat kebijakan The Fed.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 2,11 persen dan Topix terkoreksi 1,37 persen. Selain itu di Korea Selatan, Kospi koreksi 5,35 persen dan Kosdaq melemah 5,56 persen. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,21 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 3 persen, dan Taiex Taiwan naik 0,56 persen.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang membebani selera risiko investor. Di sisi global, fokus investor kini beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Juni 2026, yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pukul 14.00 waktu AS.
"Support IHSG berada di level 5.750-5.850 sementara resist IHSG di rentang 5.900-5.950," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks Wall Street mayoritas ditutup turun pada perdagangan Rabu kemarin, setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan, gencatan senjata dengan Iran telah berakhir dan mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Teheran.
"Saya pikir semuanya sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi," kata Trump saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan Trump tersebut menyebabkan lonjakan harga minyak dan kembali mengguncang sentimen pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,09 persen, S&P 500 turun 0,28 persen, Nasdaq Composite menguat 0,2 persen.
Di pasar energi, minyak mentah Brent ditutup naik 5,43 persen (US$78,19/bbl), sedangkan minyak mentah WTI menguat 4,37 persen (US$73,52/bbl).
Donald Trump Sebut Perdamaian AS-Iran Jadi Sia-sia, MoU Dinilai Runtuh Usai Serangan Baru Kembali Pecah
Presiden AS Donald Trump menilai bahwa nota kesepahaman AS-Iran yang sudah disepakati tak lagi berlaku setelah serangan terbaru memicu kembali konflik di Timur Tengah.
VIVA.co.id
8 Juli 2026

6 days ago
10











