IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Rebound, Bursa Asia menguat saat Wall Street Anjlok

3 hours ago 1

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka melemah 7 poin atau 0,11 persen di level 6.511 pada pembukaan perdagangan Senin, 31 Agustus 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi rebound hari ini setelah kemarin tetap bertahan di atas support kuat di 6.500," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 31 Agustus 2026.

Bursa Asia menguat pada akhir pekan lalu di tengah penurunan harga minyak dan yield obligasi, seiring harapan Selat Hormuz segera kembali dibuka dimana investor juga menanti laporan keuangan Nvidia.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,41 persen, serta Topix naik 0,72 persen. Hang Seng Hong Kong menguat 0,07 persen dan Taiex Taiwan naik 0,77 persen. Kemudian ASX 200 Australia bertambah 0,60%.

Sedangkan, KOSPI Korea Selatan melemah 1,79% persen, Straits Times naik 0,28 persen, dan FTSE Malaysia turun 0,91 persen.

Sementara itu, sentimen pasar lainnya yakni Iran menyatakan kembali melakukan pembicaraan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Optimisme tersebut menekan harga minyak.

Di sisi lain, data inflasi konsumen Australia meningkat lebih tinggi dari perkiraan pada Juli 2026. Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perjalanan menjadi pendorong utama, sementara inflasi inti juga melampaui ekspektasi dan meningkatkan risiko kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).

IHK (CPI) bulanan Australia naik 1 persen pada Juli dibandingkan Juni 2026, lebih tinggi dari konsensus sebesar 0,8 persen. Secara tahunan, inflasi Australia melambat menjadi 3,5 persen dari 3,8 persen pada Juni, lebih tinggi dari konsensus sebesar 3,3 persen.

"Support IHSG berada di level 6.460-6.500 sementara resist IHSG di rentang 6.580-6.620," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada Jumat pekan lalu, karena investor bersikap hati-hati setelah Ketua The Fed, Kevin Warsh, menegaskan kembali fokus bank sentral untuk memerangi inflasi, yang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tanpa keyakinan bahwa inflasi bergerak secara jelas dan cukup cepat menuju target 2 persen yang ditetapkan The Fed, bank sentral masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Warsh dalam pidato pertamanya di Jackson Hole.

Indeks S&P 500 turun 0,25 persen, Nasdaq Composite melemah 0,52 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,02 persen.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Investor Kripto Diingatkan Tetap Perhatikan Dinamika Pasar Meski Bitcoin Kinclong Tmbus US$80.000

Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif setelah bergerak di kisaran US$64.000 pada 17 Agustus, Bitcoin kemudian menembus US$80.000 pada 25 Agustus kemarin.

img_title

VIVA.co.id

30 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |