IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Datar-Menguat, Bursa Asia & Wall Street Anjlok Imbas Perang Iran-AS

3 hours ago 2

Selasa, 1 September 2026 - 09:02 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 12 poin atau 0,19 persen di level 6.538 pada pembukaan perdagangan Selasa, 1 September 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar alias sideways pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi sideways cenderung menguat hari ini, setelah kemarin rebalancing MSCI," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 1 September 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Bursa Asia sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan Senin kemarin. Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,14 persen, sejalan Hang Seng Hong Kong yang melemah 0,07 persen, Taiex Taiwan turun 0,44 persen, dan ASX 200 Australia yang juga melemah 0,18 persen.

Sedangkan, indeks KOSPI Korea Selatan naik 0,46 persen dan FTSE Straits Times menguat 0,97 persen. Sementara, FTSE Malay KLCI sedang libur memperingati Hari Kemerdekaan.

Sentimen disebabkan pecahnya kembali konflik antara Iran dan AS yang mendorong kenaikan harga minyak. Harga minyak mentah naik setelah pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada hari Minggu, 30 Agustus 2026.

Sebagai tanggapan, Iran menyerang pasukan AS yang ditempatkan di Yordania. Di sisi lain, faktor utama kemungkinan kenaikan suku bunga lebih awal adalah hasil laporan data ketenagakerjaan (payrolls) bulan Agustus 2026, yang akan dirilis hari Jumat pekan ini.

Serta data harga konsumen yang dijadwalkan rilis pada 11 September 2026, yang diperkirakan bakal adanya penambahan 58.000 lapangan kerja.

"Support IHSG berada di level 6.450-6.500 sementara resist IHSG di rentang 6.580-6.620," ujarnya.

Sebagai informasi, Wall Street ditutup melemah setelah harga minyak mentah melonjak akibat kembalinya perang antara Iran dan AS, yang memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Senin kemarin, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,70 persen, S&P 500 melemah 0,33 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,12 persen.

Harga minyak yang melonjak meredam minat risiko investor dan mendorong kenaikan yield obligasi US Treasury, seiring investor mencerna pernyataan bernada hawkish dari Ketua The Fed Kevin Warsh, dalam pidatonya di Simposium Jackson Hole pada hari Jumat pekan lalu.

Presiden AS Donald Trump.

Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi: Kita Lihat Saja Apa yang Terjadi!

Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan terkait konflik dengan Iran. Trump mengatakan militer Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan serang Iran lagi.

img_title

VIVA.co.id

1 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |