IHSG Dibuka Menghijau Berpotensi Menguat, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Lesu

1 day ago 10

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 19 poin atau 0,33 persen di level 6.057 pada pembukaan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi menguat didorong penilaian S&P outlook stabil untuk Indonesia, pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi naik kembali jika menembus 6.050 dengan target di 6.150 short term. Katalisnya adalah S&P tetapkan stable outlook untuk Indonesia," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 14 Juli 2026.

IHSG.

Photo :

  • VIVA/Muhamad Solihin

Bursa Asia beragam pada Senin kemarin, setelah konflik di kawasan Teluk semakin memanas. Iran mengklaim telah menutup Selat Hormuz, sehingga menimbulkan lonjakan harga minyak dan kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Selain itu, investor kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed meningkat, menjelang kesaksian pertama Ketua Fed, Kevin Warsh, di hadapan Kongres pada Selasa waktu AS.

Pasar juga menantikan data inflasi AS periode Juni 2026 yang akan dirilis Selasa, yang diperkirakan sedikit melambat dari level 4,2 persen karena sebelumnya harga bensin melemah.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 1,9 persen dan Topix turun 0,7 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 9 persen dan Kosdaq melemah 4,5 persen.

Sedangkan, Hang Seng Hong Kong naik 0,16 persen, ASX 200 Australia bertambah 0,03 persen. dan Taiex Taiwan menguat 0,06 persen.

"Support IHSG berada di level 5.970-6.000 sementara resist IHSG di rentang 6.100-6.150," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin. Sentimen pasar dipengaruhi pengumuman Presiden AS, Donald Trump, yang kembali memblokade pengiriman kapal Iran melalui Selat Hormuz. Hal itu menimbulkan lonjakan harga minyak dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks S&P 500 turun 0,79 persen, Nasdaq Composite melemah 1,55 persen, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,26 persen. Trump melalui platform Truth Social menyatakan, AS kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran maupun pihak yang melakukan perdagangan dengan negara tersebut.

Dia juga menegaskan, AS akan menjadi ‘penjaga Selat Hormuz’ dan akan mengenakan biaya sebesar 20 persen terhadap seluruh kargo yang melintasi jalur pelayaran strategis itu sebagai kompensasi atas biaya pengamanan.

Halaman Selanjutnya

Pernyataan tersebut menyebabkan harga minyak terkoreksi. WTI melonjak 9,4 persen (US$78/bbl), dan Brent melesat 9,6 persen (US$83/bbl).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |