IHSG Ditutup Anjlok 1,89 Persen ke Level 5.873, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS

1 week ago 6

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu, 8 Juli 2026, di zona merah dengan penurunan tajam. Pelemahan indeks terjadi bersamaan dengan nilai tukar rupiah yang kembali menembus level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terkoreksi 107,41 poin atau 1,89 persen sehingga berakhir di level 5.873.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.984. Indeks sempat menyentuh posisi tertinggi di level pembukaan tersebut sebelum akhirnya bergerak melemah hingga mencapai level terendah di 5.872.

Pelemahan ini mencerminkan tekanan yang terjadi di mayoritas sektor saham sepanjang sesi perdagangan.

Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan tekanan jual mendominasi pergerakan pasar.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan pada Rabu, tercatat:

  • 191 saham menguat.
  • 482 saham melemah.
  • 116 saham ditutup tidak berubah.

Dominasi saham yang terkoreksi menjadi salah satu faktor yang mendorong IHSG ditutup melemah hampir dua persen.

Rupiah Kembali Menembus Rp18.000 per Dolar AS

Pelemahan IHSG terjadi seiring dengan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Di pasar spot, rupiah tercatat melemah sebesar 34,5 poin atau 0,19 persen menjadi Rp18.027 per dolar AS.

Sementara itu, berdasarkan Bloomberg Dollar Index, rupiah juga mengalami pelemahan sebesar 34 poin atau 0,19 persen ke posisi Rp18.014 per dolar AS.

Kembalinya rupiah menembus level Rp18.000 per dolar AS menjadi salah satu perkembangan yang terjadi bersamaan dengan koreksi di pasar saham domestik.

Hanya Sektor Kesehatan Bertahan Menguat

Dari total 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia, hanya satu sektor yang mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan.

Sektor kesehatan menjadi satu-satunya indeks sektoral yang berada di zona hijau setelah naik sekitar 1 persen.

Sebaliknya, sepuluh sektor lainnya mengalami pelemahan mengikuti arah pergerakan IHSG.

Tiga Sektor Mengalami Koreksi Terdalam

Tekanan terbesar terjadi pada sektor barang baku yang mencatatkan penurunan paling dalam dibanding sektor lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut sektor yang mengalami pelemahan terbesar:

  • Sektor barang baku turun 4,35 persen.
  • Sektor properti melemah 2,68 persen.
  • Sektor barang konsumen siklikal terkoreksi 2,50 persen.

Halaman Selanjutnya

Koreksi pada sektor-sektor tersebut turut memberikan tekanan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |