Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan pergerakan di zona hijau hingga penutupan perdagangan Selasa, 14 Juli 2026. Meski penguatannya terbatas, capaian ini menunjukkan indeks masih mampu bertahan di tengah tekanan aksi ambil untung dan pergerakan bursa global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 0,03 persen atau 1,68 poin ke level 6.039,52. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.002,90 hingga 6.095,02.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Posisi penutupan tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level 6.037,84, sehingga IHSG kembali mengakhiri perdagangan di zona positif.
IHSG Sempat Bergerak Fluktuatif
Pergerakan IHSG sepanjang hari berlangsung cukup dinamis. Pada awal perdagangan, indeks sempat mengalami tekanan hingga menyentuh level terendah di 6.002,90.
Namun, memasuki sesi berikutnya, IHSG berangsur pulih dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.095,02 sebelum akhirnya memangkas sebagian kenaikan menjelang penutupan.
Meski ditutup menguat tipis, pergerakan tersebut menunjukkan IHSG masih mampu mempertahankan sentimen positif setelah pada perdagangan sebelumnya mencatat lonjakan yang cukup signifikan.
Saham WIFI, UNTR, dan MEDC Jadi Motor Penguatan
Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini ditopang oleh kenaikan sejumlah saham unggulan.
Dari kelompok saham yang aktif diperdagangkan, kenaikan terbesar dipimpin oleh:
- PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) naik 9,58 persen menjadi Rp1.830 per saham.
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) menguat 6,18 persen ke level Rp27.500.
- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 5,49 persen menjadi Rp1.250.
Selain ketiga saham tersebut, sejumlah emiten lain juga mencatat penguatan cukup signifikan, antara lain:
- PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 4,01 persen menjadi Rp4.930.
- PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) menguat 3,95 persen ke level Rp1.840.
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 3,47 persen menjadi Rp358.
Sejumlah Saham Big Caps Masih Tertekan
Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mengalami pelemahan hingga akhir perdagangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa saham yang mencatat penurunan terbesar di antaranya:
- PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 3,43 persen menjadi Rp1.690.
- PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) melemah 3,35 persen ke level Rp1.010.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turun 3,17 persen menjadi Rp3.660.
Halaman Selanjutnya
Tekanan juga terjadi pada saham sektor perbankan dan energi, yakni:

19 hours ago
2











