IHSG Masih Anjlok, Bursa Asia dan Wall Street Melemah Imbas Tensi Geopolitik Timur Tengah

3 weeks ago 9

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:04 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka memerah 22 poin atau 0,34 persen di level 6.576 pada pembukaan perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi short term teknikal rebound hari ini, setelah 5 hari berturut-turut terkoreksi," kata Fanny dalam riset hariannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (foto ilustrasi)

Dia mengatakan, bursa saham Asia bergerak melemah pada perdagangan Senin kemarin, di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah

Kekhawatiran inflasi global kembali memanas, setelah serangan drone di kawasan Teluk memicu gangguan pasokan energi dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi global.

Ketegangan meningkat setelah terjadi serangan drone yang memicu kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab. 

Pasar juga mulai berhati-hati menjelang laporan keuangan raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai akan menjadi penentu arah reli saham teknologi global pekan ini.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,97 persen, Hang Seng Hong Kong melemah 1,11 persen, CSI 300 China turun 0,54 persen, Taiex Taiwan berkurang 0,68 persen, dan ASX 200 Australia turun 1,45 persen. Sedangkan, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,31 persen.

"Support IHSG berada di level 6.460-6.500 sementara resist IHSG di rentang 6.650-6.700," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks Nasdaq ditutup melemah pada perdagangan Senin kemarin, dipimpin penurunan saham-saham teknologi. Hal itu seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah dan harga minyak yang kembali bergejolak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dan biaya pinjaman akan bertahan lebih lama. Dow Jones Industrial Average masih mampu bertahan di zona hijau, sementara S&P 500 nyaris stagnan.

Indeks Nasdaq Composite turun 0,52 persen, S&P 500 melemah tipis 0,07 persen. Sedangkan, Dow justru naik 0,33 persen. Sektor teknologi informasi yang memiliki bobot besar di pasar menjadi penekan utama indeks. 

Ilustrasi ekonomi dan investasi.

Bursa Asia Bergejolak Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran tapi Minta Militer AS Lakukan Ini

Bursa Asia bergerak beragam usai Trump membatalkan serangan ke Iran pada Selasa, 19 Mei 2026. Namun, Trump minta ini ke militer AS di tengah ketegangan geopolitik global.

img_title

VIVA.co.id

19 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |