Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat lonjakan tajam pada perdagangan sesi pertama Senin, 15 Juni 2026. Penguatan signifikan ini terjadi setelah sentimen pasar global membaik menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik dunia.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup menguat 302,08 poin atau 5,03 persen ke level 6.309,73 pada sesi I. Kenaikan tersebut menjadi salah satu penguatan terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi pasar keuangan global.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Analis Riset Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajnawi mengatakan penguatan IHSG tidak terlepas dari membaiknya sentimen risiko investor setelah muncul kabar positif dari Timur Tengah.
Menurut dia, kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah mengurangi kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang selama ini membayangi ekonomi global.
"Risk sentiment-nya membaik karena dari sisi global geopolitik ada berita positif," kata Arjun.
Perdamaian AS-Iran Jadi Pemicu Utama
Arjun menjelaskan bahwa pasar global merespons positif pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis tersebut selama berbulan-bulan menjadi perhatian dunia karena berperan penting dalam distribusi minyak global. Ketika risiko gangguan pasokan energi berkurang, investor pun mulai kembali masuk ke aset berisiko seperti saham.
“Dari global ada sentimen positif melalui pengumuman gencatan dan pembukaan Selat Hormuz, pasar Asia semua rally,” ujarnya.
Menurut Arjun, membaiknya kondisi geopolitik membuat investor lebih percaya diri untuk menempatkan dana mereka di pasar saham, termasuk di negara berkembang seperti Indonesia.
Ia menilai arus dana yang masuk ke instrumen saham menjadi faktor utama yang mendorong penguatan IHSG sepanjang perdagangan.
“Alasannya pasar naik itu gara-gara ini (AS-Iran), jadi jelas investor masuk ke saham karena saham naik hari ini,” katanya.
Investor Kembali Memburu Aset Berisiko
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perdamaian antara Washington dan Teheran dinilai menjadi katalis penting yang mengubah persepsi risiko di pasar global.
Selama konflik berlangsung, banyak investor memilih aset yang dianggap aman karena ketidakpastian geopolitik dan risiko terhadap pasokan energi dunia.
Halaman Selanjutnya
Namun setelah muncul kesepakatan damai, investor mulai melakukan rotasi portofolio dengan kembali meningkatkan porsi investasi pada aset berisiko yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi.

1 hour ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)