Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa, 23 Juni 2026. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir melemah 0,81 persen ke level 6.067,064.
Pergerakan indeks sepanjang hari menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan. Setelah sempat bergerak di atas level 6.100 pada awal perdagangan, IHSG perlahan turun dan menyentuh area 6.000 sebelum memangkas pelemahan menjelang penutupan sesi perdagangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penurunan IHSG juga tercermin pada sejumlah indeks utama lainnya yang turut berada di zona negatif.
Indeks LQ45 tercatat turun 0,11 persen ke level 598,537. Sementara indeks IDXLQ45LCL melemah 0,21 persen ke posisi 87,141.
Adapun indeks IDX30 turun 0,06 persen menjadi 338,528 dan indeks IDX80 terkoreksi 0,08 persen ke level 90,003.
Nilai Transaksi Saham Tembus Rp13,47 Triliun
Meski IHSG ditutup melemah, aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia tetap terbilang ramai.
Data perdagangan menunjukkan total nilai transaksi saham mencapai Rp13,47 triliun dengan volume perdagangan mencapai 20,95 miliar saham.
Sementara frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,70 juta kali transaksi sepanjang hari perdagangan.
Selain saham, instrumen ETF membukukan nilai transaksi sebesar Rp88,48 miliar dengan volume 283 juta unit dan frekuensi 146 kali transaksi.
Untuk instrumen DIRE, nilai transaksi tercatat Rp2,21 miliar dengan volume 39,5 ribu unit dan frekuensi 23 kali transaksi.
Sedangkan Structured Warrant mencatat nilai transaksi Rp11,04 miliar dengan volume 1,47 miliar unit dan frekuensi mencapai 24.573 kali transaksi.
DSSA Pimpin Daftar Saham Teraktif
Di tengah pelemahan IHSG, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham paling aktif berdasarkan nilai transaksi.
Saham DSSA membukukan nilai transaksi sebesar Rp1,58 triliun dengan volume perdagangan mencapai 1,90 miliar saham. Harga saham DSSA ditutup di level Rp825 per saham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Posisi kedua ditempati saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan nilai transaksi mencapai Rp633,99 miliar. Volume perdagangan saham TPIA tercatat sebanyak 320,42 juta saham dengan harga berada di level Rp1.995 per saham.
Sementara itu, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi ketiga dengan nilai transaksi sebesar Rp524,84 miliar. Volume perdagangan mencapai 85,55 juta saham dengan harga saham berada di level Rp6.175 per saham.
Halaman Selanjutnya
Saham Bank Besar Tetap Ramai Diperdagangkan

1 hour ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)