IMO: 400 Kapal dan 6.000 Pelaut Terjebak di Teluk Akibat Perang Timur Tengah

3 weeks ago 25

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Jakarta, VIVA – Organisasi Maritim Internasional (IMO) mencatat bahwa sebanyak 400 kapal dan 6.000 pelaut masih terjebak di kawasan Teluk, enam bulan setelah konflik di Timur Tengah meletus.

"Meskipun beberapa kapal dan awaknya telah berhasil meninggalkan Teluk, 400 kapal yang membawa sekitar 6.000 pelaut tidak bisa berlayar dengan aman sejak konflik dimulai," kata Kepala IMO, Arsenio Dominguez, dikutip Minggu, 30 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menggambarkan situasi di Selat Hormuz, sebagai jalur perairan strategis yang dilalui seperlima perdagangan minyak global, masih "belum terselesaikan.”

Ilustrasi Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran.

Badan PBB tersebut telah memverifikasi bahwa sedikitnya 70 serangan terhadap pelayaran internasional sejak perang berkecamuk pada 28 Februari 2026, telah mengakibatkan 19 pelaut tewas.

Dominguez menekankan bahwa gangguan terhadap rantai pasokan vital untuk bahan bakar dan pupuk, memiliki dampak yang "sangat serius" bagi masyarakat dan perekonomian secara global.

Dia menyoroti bahwa situasi ini sangat memprihatinkan bagi ribuan pekerja "tak bersalah", yang terpaksa hidup dalam "risiko tinggi dan ketidakpastian.”

Dominguez pun mendorong adanya "kemauan politik baru" dari negara-negara anggota serta industri pelayaran untuk memulihkan kebebasan navigasi melalui jalur perairan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Juni lalu, Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman damai dan memulai negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Namun, pembicaraan tersebut kemudian mandek akibat perselisihan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. (Ant).

 Presiden Iran, Masoud Pezeshkian

Iran Ancang-ancang Buka Selat Hormuz, AS Harus Penuhi Sejumlah Syarat Ini!

Iran menyepakati rute pelayaran melalui Selat Hormuz dengan Oman dan akan membuka kembali Selat Hormuz jika Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya.

img_title

VIVA.co.id

29 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |