Impor Mobil ke Indonesia Turun 46 Persen

1 hour ago 1

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:30 WIB

Jakarta, VIVA – Impor mobil ke Indonesia mengalami penurunan signifikan pada Mei 2026. Berdasarkan data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, total impor kendaraan utuh atau completely built up (CBU) pada bulan tersebut tercatat sebanyak 4.548 unit, turun tajam dibandingkan April 2026 yang mencapai 8.493 unit.

Dilihat VIVA Otomotif Selasa 16 Juni 2026, secara bulanan impor mobil nasional pada Mei 2026 merosot sekitar 46,4%. Penurunan ini sekaligus menjadi volume impor bulanan terendah kedua sepanjang tahun berjalan, setelah Januari yang tercatat sebanyak 5.003 unit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total impor mobil Indonesia mencapai 29.928 unit. Angka tersebut masih menunjukkan bahwa pasar otomotif nasional tetap membutuhkan kendaraan impor, terutama untuk model-model premium, elektrifikasi, dan segmen khusus yang belum diproduksi secara lokal.

Toyota masih menjadi pemain dominan dalam pasar impor mobil Indonesia. Pabrikan asal Jepang tersebut mencatat impor sebanyak 15.135 unit sepanjang lima bulan pertama 2026, dengan pangsa pasar mencapai 50,6% dari total impor nasional.

Namun demikian, impor Toyota pada Mei 2026 turun signifikan menjadi 1.948 unit, dibandingkan April yang mencapai 4.206 unit. Penurunan ini ikut berkontribusi terhadap melemahnya total impor nasional pada bulan lalu.

Di posisi kedua terdapat Suzuki dengan total impor 3.520 unit atau pangsa 11,8%. Sementara Mitsubishi Motors membukukan impor 2.617 unit dengan kontribusi 8,7% terhadap total pasar impor.

Menariknya, beberapa merek pendatang baru dan pemain kendaraan listrik mulai menunjukkan eksistensinya di pasar Indonesia. VinFast, misalnya, mencatat impor 1.360 unit hingga Mei 2026 dan menguasai 4,5% pasar. Mazda juga membukukan angka yang hampir sama, yakni 1.351 unit.

Great Wall Motor (GWM) mencatat impor 1.271 unit atau setara 4,2% pangsa pasar, sementara FAW mengimpor 614 unit. Kehadiran merek-merek asal China ini menunjukkan persaingan pasar otomotif Indonesia yang semakin beragam, terutama pada segmen kendaraan elektrifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa merek kendaraan listrik lainnya juga mulai mencatatkan impor sepanjang 2026. BYD mengimpor 358 unit, Aion 77 unit, sementara sejumlah merek baru seperti Geely, Xpeng, Maxus, dan Denza masih belum mencatatkan realisasi impor hingga Mei 2026.

Di segmen premium, Lexus mengimpor 392 unit, disusul Mercedes-Benz Commercial Vehicle (CV) sebanyak 180 unit, BMW 54 unit, MINI 55 unit, Audi 9 unit, dan Mercedes-Benz Passenger Car (PC) sebanyak 25 unit.

Halaman Selanjutnya

Jika dilihat dari tren bulanan, impor mobil Indonesia sempat meningkat selama empat bulan berturut-turut, dari 5.003 unit pada Januari menjadi 8.493 unit pada April. Namun, tren tersebut berbalik pada Mei dengan penurunan hampir separuh volume impor.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |