Sony Sonjaya Diduga Korupsi MBG Triliunan, tapi Pakai Pengacara Pro Bono Alias Gratis!

1 hour ago 1

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:33 WIB

Jakarta, VIVA – Keputusan mengejutkan datang dari pengacara senior Elza Syarief yang resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Sony Sonjaya, tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut menjadi sorotan karena Elza mengaku selama mendampingi kliennya sama sekali tidak menerima bayaran alias memberikan bantuan hukum secara pro bono.

Kasus yang menyeret nama Sony Sonjaya sendiri menjadi perhatian publik lantaran nilai dugaan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp20 triliun. Penyidik mendalami dugaan penyimpangan dalam pengelolaan program MBG, termasuk praktik markup harga pengadaan barang serta dugaan jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah besarnya nilai perkara tersebut, Elza Syarief justru mengungkap bahwa dirinya mendampingi Sony tanpa meminta maupun menerima honorarium.

"Saya bantu Pak SS (Sony Sonjaya) probono alias free. Saya tidak pernah menerima uang tidak pernah minta juga. Saya ikhlas membuka kasus ini terang benderang, mereka bilang saya keras dan sangat terbuka ke publik, itu pernyataan SS sendiri," kata Elza Syarief, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Elza Syarief, keputusan memberikan pendampingan hukum secara cuma-cuma berangkat dari keyakinannya bahwa Sony Sonjaya tidak terlibat dalam praktik korupsi sebagaimana yang dituduhkan. Pada awal proses pendampingan, Sony Sonjaya disebut berkali-kali meyakinkan dirinya bahwa ia bersih dan tidak melakukan pelanggaran hukum.

Pernyataan tersebut sempat membuat Elza Syarief percaya sehingga bersedia menjadi kuasa hukum tanpa mempertimbangkan aspek finansial. Namun, situasi berubah setelah dirinya memperoleh berbagai informasi baru dari sejumlah pihak.

Elza Syarief mengaku menemukan fakta-fakta yang dinilai bertolak belakang dengan pengakuan awal Sony Sonjaya. Informasi tersebut membuat hubungan kepercayaan antara pengacara dan klien tidak lagi dapat dipertahankan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena pak Sony tidak jujur dan sebelumnya sempat bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang terutama Asep, dia (Sony) menerima uang dari Asep secara rutin bagaimana mau JC (Justice Collaborator)," kata Elza.

Bagi Elza Syarief, keterbukaan merupakan fondasi utama dalam hubungan antara advokat dan klien. Tanpa informasi yang lengkap dan jujur, penyusunan strategi pembelaan dinilai mustahil dilakukan secara profesional.

Halaman Selanjutnya

Selain merasa memperoleh informasi yang berbeda dari pengakuan awal kliennya, Elza Syarief juga mengaku tidak nyaman selama mendampingi proses hukum tersebut. Ia merasa terdapat pihak-pihak tertentu yang berupaya membatasi aksesnya terhadap berbagai informasi penting yang berkaitan dengan perkara.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |