Jakarta, VIVA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) gelar karpet merah pada ajang INTERCEM Asia 2026 sebagai panggung untuk memperluas kolaborasi global dalam pengembangan inovasi bahan bangunan dan rantai pasok berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi SIG menuju bisnis yang lebih customer-centric dan bernilai tambah tinggi.
Pada konferensi ”Leading Sustainable Building Solution for a Resilient Future” dalam rangkaian INTERCEM Asia 2026 pada Rabu (15/4/2026), Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian mengatakan bahwa bahan bangunan memiliki pasar yang sangat potensial di Indonesia. SIG terus meningkatkan kapabilitasnya dengan menghadirkan beragam inovasi produk bahan bangunan dan mengoptimalkan jaringan operasional yang luas untuk menyokong kebutuhan konstruksi di seluruh wilayah Indonesia bahkan regional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
”Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan dan masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap. Sementara SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu SIG bergerak ke arah bisnis yang lebih customer-centric dan value-driven dengan terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” kata Andriano dikutip dari keterangannya, Rabu, 22 April 2026.
Andriano Hosny Panangian pun menyoroti inisiatif peningkatan efisiensi energi untuk lebih adaptif menghadapi dinamika bisnis. Ia menjelaskan, SIG meletakkan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi dalam operasional, di antaranya dengan mengoptimalkan digitalisasi dan memperluas kolaborasi untuk rantai pasok yang berkelanjutan.
Penggunaan bahan bakar alternatif dari biomassa, refuse-derived fuel (RDF), dan limbah industri, dalam proses produksi juga terus ditingkatkan, sekaligus pengembangan energi terbarukan melalui penggunaan panel surya, dan konversi gas panas buang menjadi energi listrik (Waste Heat Recovery Power Generation/WHRPG).
Pada 2025, SIG berhasil meningkatkan substitusi energi panas (thermal substitution rate) menjadi 9,77% dari sebelumnya 7,56% pada 2024. SIG juga berhasil menurunkan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) cakupan 1 menjadi 561 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 21% dibandingkan baseline tahun 2010.
Sementara itu, emisi GRK cakupan 2 (emisi tidak langsung dari energi listrik) berhasil turun menjadi 57 kg CO2/ton cement equivalent atau turun 15% dibandingkan baseline tahun 2019. Langkah strategis ini dilakukan untuk mendukung inisiatif SIG menghadirkan produk semen dan bahan bangunan ramah lingkungan yang rendah karbon.
Halaman Selanjutnya
Strategi transformasi bisnis SIG terangkum dalam empat pilar utama, antara lain inovasi produk berbasis keberlanjutan, kemitraan strategis & diversifikasi ekosistem, keunggulan rantai pasok & komersial, serta optimalisasi digital & teknologi. Empat pilar utama tersebut ditetapkan untuk mengurangi potensi risiko demi keberlanjutan di masa mendatang.

1 day ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4987672/original/009020900_1730452009-sedang_1710678735IMG-20240317-WA0016.jpg)
















