Ini yang Terjadi pada Otak saat Bekerja di Lingkungan Positif

4 hours ago 1

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta, VIVA – Lingkungan kerja yang nyaman ternyata bukan hanya berpengaruh pada suasana hati karyawan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tempat kerja yang positif juga dapat memengaruhi cara kerja otak, mulai dari meningkatkan fokus hingga membantu seseorang bekerja lebih produktif.

Para ahli menjelaskan bahwa ketika seseorang merasa dihargai, diterima, dan mendapat dukungan dari lingkungan sekitarnya, otak akan memproduksi lebih banyak hormon yang berkaitan dengan perasaan senang dan aman. Kondisi ini dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus meningkatkan kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebaliknya, lingkungan kerja yang penuh tekanan berpotensi meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, kreativitas, hingga kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah.

Penelitian di bidang psikologi kerja juga menemukan bahwa rasa memiliki terhadap organisasi dapat memberikan dampak positif pada motivasi dan keterlibatan karyawan. Saat seseorang merasa menjadi bagian penting dari tim, otak cenderung merespons pekerjaan dengan lebih antusias.

Hal itu sejalan dengan berbagai temuan mengenai pentingnya budaya kerja yang sehat. Salah satu survei terbaru menunjukkan bahwa mayoritas karyawan merasa lebih nyaman bekerja ketika mendapatkan perlakuan yang adil, komunikasi yang terbuka, dan kesempatan untuk berkembang.

"Tempat kerja yang hebat tidak dibangun hanya melalui kebijakan, melainkan melalui kepercayaan, rasa hormat, kolaborasi, dan komitmen tulus untuk mengutamakan manusia," ujar CEO Cinépolis Cinemas Indonesia, Alejandro Aguilera Garibay, dikutip Selasa 23 Juni 2026.

Selain berdampak pada individu, lingkungan kerja yang positif juga dapat memberikan efek berantai terhadap organisasi. Karyawan yang merasa dihargai cenderung lebih terlibat dalam pekerjaan dan memiliki tingkat loyalitas yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para peneliti menyebut kondisi tersebut berkaitan dengan sistem penghargaan (reward system) di otak. Ketika seseorang memperoleh apresiasi atau pengakuan atas kontribusinya, otak melepaskan dopamin yang memunculkan rasa puas dan mendorong motivasi untuk mempertahankan kinerja.

Tak heran jika banyak perusahaan kini mulai menempatkan pengalaman karyawan sebagai salah satu prioritas utama. Selain membantu menjaga kesehatan mental pekerja, langkah tersebut juga diyakini dapat mendukung produktivitas dan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan.

Halaman Selanjutnya

Dalam survei yang dilakukan Great Place to Work terhadap karyawan Cinépolis, sebanyak 92 persen responden mengaku merasa diterima saat bergabung dengan perusahaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa rasa diterima dan lingkungan kerja yang positif masih menjadi faktor penting yang berpengaruh terhadap pengalaman kerja seseorang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |