Jakarta, VIVA – Masalah gizi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Di satu sisi, masih banyak daerah yang menghadapi stunting dan kekurangan gizi, namun di sisi lain angka obesitas serta pola makan tidak sehat juga terus meningkat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF bahkan mencatat Indonesia masih menghadapi triple burden of malnutrition. Kondisi ini menggambarkan situasi ketika kekurangan gizi, kelebihan berat badan, dan defisiensi mikronutrien terjadi secara bersamaan dalam satu negara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengatasi persoalan yang kompleks tersebut tidak bisa lagi mengandalkan pendekatan konvensional semata. Seiring perkembangan teknologi, berbagai inovasi digital mulai dimanfaatkan untuk membantu para ahli gizi menjangkau lebih banyak masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas program kesehatan.
Transformasi ini terlihat dari semakin banyaknya program berbasis teknologi yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari platform edukasi gizi, pemantauan status kesehatan secara digital, hingga sistem yang membantu tenaga kesehatan melakukan intervensi secara lebih cepat dan terukur.
Teknologi juga memungkinkan data kesehatan masyarakat dikumpulkan dan dianalisis dengan lebih efisien. Dengan dukungan data yang lebih akurat, program gizi dapat dirancang sesuai kebutuhan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran.
Perkembangan tersebut terlihat dari berbagai program inovatif yang dikembangkan para ahli gizi di berbagai daerah. Tahun ini, sedikitnya 213 program gizi berhasil dihimpun dalam sebuah ajang apresiasi nasional yang menjadi wadah berbagi praktik terbaik di bidang kesehatan masyarakat.
![]()
Menariknya, hampir separuh program yang masuk berfokus pada upaya penanganan stunting. Selain itu, banyak inovasi lain yang mengangkat isu edukasi gizi keluarga, kesehatan komunitas, hingga pengelolaan limbah pangan untuk mendukung perbaikan kualitas gizi masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Salah satu inovasi yang mencuri perhatian datang dari kategori inovasi terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada program Nutritools yang mengusung transformasi digital dalam pembelajaran dan praktik gizi di Indonesia.
Kehadiran platform semacam itu menunjukkan bagaimana teknologi mulai memainkan peran penting dalam profesi ahli gizi. Jika sebelumnya edukasi dan konsultasi banyak dilakukan secara tatap muka, kini berbagai aktivitas dapat diperluas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Halaman Selanjutnya
"Program ini penting karena para ahli gizi berada di garis depan perubahan perilaku dan perbaikan kesehatan masyarakat," ujar Head of Brand Communication Soyjoy, Finsa Giovani, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.

4 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6590892/original/028812500_1779430402-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_09.39.34.jpeg)