Insentif Mobil-Motor Listrik, Purbaya: Masing-masing 100 Ribu Unit, Kalau Habis Ditambah

1 week ago 8

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa bakal memberikan insentif kendaraan listrik (EV), masing-masing untuk 100 ribu unit mobil dan motor listrik di tahun 2026 ini.

“Untuk 100 ribu pertama (mobil listrik). Kalau habis, kita kasih lagi (insentifnya). Motor listrik juga sama, 100 ribu pertama akan kita kasih,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi April 2026 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Soal besaran subsidinya, Purbaya memperkirakan akan berada di angka Rp 5 juta untuk motor listrik. Namun, angka pasti dari stimulus kendaraan listrik (EV) ini akan diumumkan lebih detil dengan pihak-pihak terkait lainnya.

Purbaya mengaku tertarik dengan peluang insentif EV, menyusul pertemuannya dengan Menperin Agus Gumiwang pagi ini. Hal itu menurutnya relevan dengan upaya menekan konsumsi BBM, dan mengurangi beban subsidi energi pemerintah di tengah kenaikan harga minyak global.

“Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik. Selain mendorong konsumsi, yang kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar fuel BBM," ujarnya.

Dengan langkah itu, Purbaya meyakini ke depannya apabila upaya itu dipercepat, maka akan lebih memperkuat daya tahan anggaran ekonomi nasional.

Dia juga sepakat dengan Menperin yang menyatakan bahwa pemerintah kini melihat kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi nasional. Terutama, untuk menjaga daya tahan industri manufaktur dan melindungi tenaga kerja.

“Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi untuk jangka pendek ke depan, triwulan ke tiga dan triwulan keempat, Juni awal saya mulai jalan. Itu kebijakan yang sudah didiskusikan tapi nanti akan diumumkan lagi Menteri Perindustrian, Menko Perekonomian, dan lain-lain,” kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tapi semangat kita sekarang kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan di demand sudah kita dorong sekarang, di sektor manufaktur kita dorong,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang mengatakan, pemberian insentif kendaraan listrik kini semakin relevan karena tidak hanya berkaitan dengan agenda pengurangan emisi, tetapi juga adanya pergeseran tren pasar otomotif ke kendaraan berbasis elektrik akibat gejolak geopolitik dan ketidakpastian energi.

Halaman Selanjutnya

Selain membahas stimulus kendaraan listrik, Agus menyebut kedua menteri juga mendiskusikan upaya meningkatkan ekspor produk manufaktur Indonesia. (Ant).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |