Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:10 WIB
Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memuji Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan menyebutnya sebagai perdana Menteri pejuang. Pernyataan itu disampaikan Trump di tengah laporan yang menyebut adanya keretakan hubungan di antara dua pemimpin negara tersebut.
Dalam sebuah acara dekat Washington, Trump menyebut AS dan Israel telah berjuang dengan sangat baik melawan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jelas AS bertarung dengan sangat baik bersama Israel, dan kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan Israel. Kami sangat kuat dan Bibi (Benjamin Netanyahu), dia adalah seorang perdana menteri pejuang, dan dia pantas mendapatkan pengakuan atas hal itu. Orang-orang seharusnya memberikan penghargaan kepadanya," kata Trump dikutip dari laman NDTV, Sabtu 20 Juni 2026.
Pernyataan tersebut muncul saat Netanyahu menghadapi tekanan politik yang besar di dalam negeri untuk terus melanjutkan perang Israel di Lebanon.
Dalam wawancara terpisah, Trump mengatakan bahwa hubungannya dengan Netanyahu tetap kuat, meskipun perlu dikelola dengan hati-hati.
"Hubungan kami baik, tetapi kami harus menjaga agar dia tetap sedikit waras," ujar Trump kepada media Axios.
Ketika ditanya apakah dirinya mampu memengaruhi keputusan militer Israel di kawasan tersebut, terutama terkait kemungkinan serangan ke Lebanon, Trump menjawab bahwa ia memiliki pengaruh yang cukup besar.
"Ya, saya bisa. Mereka sangat menghormati saya, dan mereka melakukan apa yang saya katakan," kata Trump.
Intelijen AS Khawatir Israel Menggagalkan Kesepakatan dengan Iran
Namun di sisi lain, menurut laporan The Washington Post yang mengutip pejabat Amerika Serikat saat ini maupun mantan pejabat, badan-badan intelijen AS telah memperingatkan pemerintahan Trump bahwa Netanyahu kemungkinan akan mengambil langkah-langkah yang dapat merusak perjanjian damai dengan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan intelijen menunjukkan bahwa Israel tampaknya berniat mempertahankan operasi militernya terhadap Hezbollah di Lebanon.
Para pejabat AS menilai bahwa, menjelang pemilu nasional Israel yang dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, kelangsungan politik Netanyahu sangat bergantung pada kemampuannya meyakinkan publik Israel bahwa ia tidak akan menarik pasukan dari Lebanon dan tetap berkomitmen meningkatkan tekanan terhadap Hezbollah.
Halaman Selanjutnya
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Israel merasa tidak puas dengan isi memorandum perdamaian yang digagas Trump karena dianggap menghambat tujuan Israel untuk terus memberikan tekanan maksimum terhadap Iran.

1 day ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)