Investasi Manufaktur di Jateng Pesat, Pemerintah Sebut Investor Berebut Masuk KEK Kendal-Batang

3 weeks ago 14

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono menyampaikan, sampai saat ini investor masih mengantre untuk masuk ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), seiring tingginya minat investasi sektor manufaktur di Jawa Tengah.

Dia mengatakan, tingginya minat investor tercermin dari tingkat pemanfaatan lahan di kedua kawasan, yang telah mencapai 100 persen. Sehingga pemerintah menyiapkan perluasan dan pengembangan kedua kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Itu potensi investor yang masih akan datang (ke dalam dua KEK) itu luar biasa. Lahan sudah 100 persen terpakai, jadi sudah utilized semuanya. Kami mengajukan perluasan dan pengembangan dan masih perlu proses, tapi investornya sudah mengantre,” kata Susiwijono dalam keterangannya, Minggu, 30 Agustus 2026.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat kunjungi KEK Kendal.

Photo :

  • tvOne/Teguh Joko Sutrisno

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi investasi di Jawa Tengah masih sangat besar, terutama pada sektor industri manufaktur.

Susiwijono mengatakan, sektor industri manufaktur atau pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Jawa Tengah, yakni mencapai 33,18 persen.

Di sisi lain, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 5,80 persen pada semester I 2026 secara comulative to comulative (c-to-c). Tingginya kontribusi manufaktur membuat pengembangan investasi dan industri pengolahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.

“Yang lainnya sebenarnya kalau kita lihat beberapa komposisi dari pengembangan di Jawa Tengah ini, potensi investasi masih akan sangat besar,” ujarnya.

Realisasi investasi Jawa Tengah pada semester I-2026 tercatat mencapai Rp 48,54 triliun atau 48,99 persen dari target investasi 2026 sebesar Rp 99,09 triliun.

Terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 25,92 triliun atau 53,40 persen, dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 22,62 triliun atau 46,60 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lima besar wilayah dengan realisasi investasi terbesar di Jawa Tengah adalah Kota Semarang sebesar Rp 6,57 triliun, Kabupaten Kendal Rp 6,56 triliun, Kabupaten Batang Rp 6,11 triliun, Kabupaten Temanggung Rp 4,58 triliun dan Kabupaten Demak Rp 3,34 triliun.

"Jawa Tengah mempunyai prospek investasi yang kuat karena didukung oleh perkembangan kawasan industri dan kontribusi manufaktur yang besar terhadap perekonomian daerah," ujarnya.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso

Aturan DHE SDA untuk Eksportir Tambang Direlaksasi, Begini Penjelasan Pemerintah

Pemerintah memberikan relaksasi ketentuan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) kepada eksportir sektor pertambangan via Pasal 18A PP Nomor 21/2026.

img_title

VIVA.co.id

30 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |