Senin, 6 April 2026 - 09:00 WIB
VIVA –Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras bernada kasar kepada Iran pada Minggu waktu setempat. Ia menegaskan bahwa Teheran diberi tenggat hingga Selasa malam untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran.
Trump sudah beberapa kali memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sempat membuat harga minyak melonjak. Ia kembali menggeser batas waktu dari Senin ke Selasa dalam unggahannya yang penuh emosi, sebelum kemudian menegaskan yang dimaksud adalah Selasa malam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman The Guardian, Senin 6 April 2026, ancaman terbaru ini muncul setelah pasukan komando AS berhasil menyelamatkan awak kedua dari jet tempur F-15E yang jatuh ditembaki Iran Jumat kemarin. Operasi itu mengakhiri pencarian selama dua hari setelah pesawat tersebut jatuh di wilayah barat daya Iran.
“Selasa akan jadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya jadi satu di Iran. Belum pernah ada yang seperti ini!!! Buka selat itu sekarang juga, kalian orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP,” demikian pernyataan Trump di akun media sosial Truth miliknya.
Secara terpisah, Trump juga mengatakan ada peluang bagus tercapainya kesepakatan dengan Iran pada Senin, dan menyebut negosiasi sedang berlangsung. Namun ia juga menambahkan, bahwa jika Tehran tidak segera membuat kesepakatan, dirinya mempertimbangkan untuk menghancurkan semuanya dan mengambil alih minyak Iran.
Beberapa jam kemudian, ia kembali mengunggah batas waktu yang lebih spesifik.
“Selasa, pukul 20.00 waktu Timur!,” tulis Trump.
Menyusul dengan ancaman Trump itu, Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menanggapinya dengan peringatan bahwa langkah ceroboh presiden AS itu bisa membuat warga AS ikut menderita.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Langkah cerobohmu menyeret Amerika Serikat ke dalam ‘neraka hidup’ bagi setiap keluarga, dan seluruh kawasan kita (Timur Tengah) akan terbakar karena kamu terus mengikuti perintah Netanyahu,” tulis Ghalibaf di akun media sosial X miliknya.
Ghalibaf menegaskan kepada Trump bahwa perang ini bisa berakhir jika AS bersedia menghormati hak rakyat Iran.
Halaman Selanjutnya
“Jangan salah Anda tidak akan mendapatkan apa pun lewat kejahatan perang. Satu-satunya solusi nyata adalah menghormati hak rakyat Iran dan menghentikan permainan berbahaya ini,” tulis Ghalibaf.

2 weeks ago
7



























