Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:00 WIB
VIVA –Iran membantah keras laporan yang menyebut terkait dugaan rencana untuk membunuh putra bungsu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Barron Trump. Sebagai mana diketahui, beberapa hari lalu agen rahasia AS, USS menyebut pihaknya mengetahui adanya video yang disiarkan media pemerintah Iran terkait hal tersebut.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Iran, ISNA Sekertaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei menyebut tuduhan tersebut sebagai propaganda yang dibuat-buat. Dirinya bahkan menyebut tuduhan tersebut sebagai akal-akalan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Anggapan bahwa ada rencana untuk menyerang putra Trump tidak lebih dari kebohongan besar yang dirancang Netanyahu untuk menipu dan menakut-nakuti presiden AS," kata Rezaei dikutip dari laman Anadolu Agency, Minggu 30 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah stasiun televisi pemerintah Iran baru-baru ini menayangkan video yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI). Video itu memuat informasi mengenai tempat tinggal dan pergerakan Barron Trump, putra bungsu Presiden AS, di New York.
Video yang ditayangkan Iran melalui Channel 3 tersebut secara luas ditafsirkan sebagai ancaman pembunuhan terhadap Barron Trump.
Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak konflik dimulai pada 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menargetkan posisi dan aset militer AS di sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan Washington.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 18 Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang terdiri atas 14 poin di Islamabad. Kesepakatan itu tercapai setelah Pakistan dan Qatar menjadi mediator, dengan tujuan mengakhiri permusuhan dan membuka jalan bagi perundingan.
Namun, pelaksanaan kesepakatan tersebut kemudian menghadapi berbagai kendala. Teheran menuduh Washington tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati. AS kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Juli, yang kemudian memicu serangkaian serangan balasan dari Iran.
Pentagon Siapkan 'Opsi Nuklir' untuk Trump di Tengah Perang Iran?
Tucker Carlson memberikan kecaman keras kepada Trump.Dia menyebut presiden AS ini seharusnya dicopot dari jabatannya jika dia pertimbangkan gunakan senjata nuklir
VIVA.co.id
30 Agustus 2026

3 weeks ago
17





















