Iran desak BRICS Kompak Cegah Hambatan di Jalur Perdagangan yang Sah

22 hours ago 5

Sabtu, 12 September 2026 - 11:45 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa BRICS harus menciptakan lingkungan global  yang mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah negara lain.

Menurutnya saat ini Iran telah memasuki fase tekanan ekonomi yang "jauh lebih berbahaya" menyusul perang dengan AS dan Israel. Pezeshkian menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidatonya di KTT pemimpin BRICS ke-18 di New Delhi, ibu kota India, dikutip dari Anadolu, Sabtu, 12 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Diketahui, BRICS adalah blok ekonomi global yang didirikan pada 2006. Anggotanya meliputi Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, sementara Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran bergabung kemudian. Sedangkan Indonesia diumumkan bergabung pada awal 2025.

Pezeshkian mengatakan, dunia sedang melewati salah satu "periode paling kompleks," seraya memperingatkan bahwa meningkatnya penggunaan instrumen ekonomi untuk memberikan tekanan telah membahayakan perdagangan sah negara-negara lain.

"Apa tanggapan BRICS terhadap masalah-masalah ini?" ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kekuatan BRICS akan semakin terlihat jelas ketika kelompok tersebut beralih dari "kerja sama yang bersifat potensial menjadi kerja sama yang bersifat operasional."

"Iran telah menghadapi sanksi komprehensif dalam beberapa tahun terakhir, dan tekanan-tekanan ini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya setelah agresi AS-Israel," kata Pezeshkian.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa agresi tersebut sekali lagi mengungkap kenyataan penting di samping kerugian jiwa dan materi: bahwa keamanan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari keamanan nasional dan regional.

"Ketika perdagangan, energi, infrastruktur, atau sistem keuangan suatu negara berada di bawah tekanan politik dan militer, dampaknya melampaui batas negara tersebut serta memengaruhi stabilitas regional dan ekonomi global," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pezeshkian menekankan, perlunya menciptakan lingkungan yang mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah negara lain. Dia juga menekankan pentingnya memperluas penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antarnegara BRICS.

Presiden Iran itu menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi "mitra strategis" dalam rantai pasokan energi dan transportasi kelompok tersebut. "Iran siap bekerja sama dengan anggota BRICS untuk membangun ekonomi yang lebih terbuka dan adil," katanya. (Ant)

Presiden RI Prabowo Subianto akan menghadiri KTT kr-18 BRICS di New Delhi, India

Presiden Prabowo Hadiri KTT ke-18 BRICS Sebagai Anggota Penuh

Presiden RI Prabowo Subianto akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang akan berlangsung pada 12-13 September 2026 di New Delhi, India.

img_title

VIVA.co.id

12 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |