Senin, 6 April 2026 - 09:40 WIB
VIVA –Donald Trump kembali melontarkan peringatan keras bernada kasar kepada Iran pada Minggu waktu setempat. Ia menegaskan bahwa Teheran diberi tenggat hingga Selasa malam untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran.
“Selasa akan jadi Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan, semuanya jadi satu di Iran. Belum pernah ada yang seperti ini!!! Buka selat itu sekarang juga, kalian orang gila, atau kalian akan hidup dalam neraka, lihat saja! Segala puji bagi Allah. Presiden DONALD J. TRUMP,” demikian pernyataan Trump di akun media sosial Truth miliknya dikutip Senin 6 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menyusul dengan ancaman Trump tersebut, wakil bidang komunikasi kantor kepresidenan Iran, Seyyed Mohammad Mehdi Tabatabaei angkat bicara. Dirinya menyebut bahwa selat Hormuz akan dibuka kembali jika Iran mendapat kompensasi lewat tarif tol Selat Hormuz.
“Selat Hormuz hanya akan dibuka kembali ketika, di bawah aturan hukum baru, kerugian akibat perang yang dipaksakan sepenuhnya dikompensasikan melalui sebagian pendapatan dari biaya yang dibayarkan kapal untuk melintasi selat,” tulis dia di akun X milknya dikutip dari laman CBS News, Senin 6 April 2026.
Sebagai infomrasi, ancaman serangan Iran membuat sebagian besar kapal komersial menghindari berlayar melalui Selat Hormuz, sehingga ekspor minyak dari Teluk Persia terhambat.
Dalam beberapa minggu terakhir, Iran memang mengizinkan beberapa kapal non-Iran untuk melintasi selat dengan izin mereka. Para analis menyebut bahwa secara efektif Iran telah membuat semacam ‘gerbang tol’ untuk memungut biaya jutaan dolar dari beberapa perusahaan pengangkut, sebuah sistem yang menurut pemerintah Iran mungkin akan mereka pertahankan secara permanen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Secara geografis, Selat Hormuz berada di perairan teritorial Iran dan Oman, tetapi secara historis selat ini diperlakukan sebagai jalur internasional yang bisa dilalui semua kapal.
Pemerintah Trump menolak gagasan agar Iran memungut tarif dari kapal yang melintasi selat tersebut. Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada ABC News pekan lalu bahwa sistem tol tidak akan diperbolehkan terjadi, dan presiden Trump memiliki sejumlah opsi yang bisa diambil, jika ia memilih, untuk mencegah hal itu terjadi.
Bursa Asia Menguat Usai Ultimatum Trump ke Iran Soal Selat Hormuz
Bursa Asia menguat usai pidato Trump yang memberi ultimatum ke Iran soal Selat Hormuz. Indeks saham Jepang dan Korea Selatan kinclong saat investor pantau pasar.
VIVA.co.id
6 April 2026

2 weeks ago
14



























